Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa Kabur ke Maladewa

Baca Juga

MATA INDONESIA, MALE – Keberadaan presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa sempat simpang siur. Kini, dia diketahui berada di ibu kota Maladewa, Male.

Rajapaksa meninggalkan Sri Lanka menggunakan jet militer di tengah demo besar-besar massa karena krisis ekonomi. Pria berusia 73 tahun itu tiba di ibu kota Maladewa, Male, sekitar pukul 03.00 waktu setempat.

Kepergian Rajapaksa mengakhiri dinasti keluarga yang telah memerintah Sri Lanka selama beberapa dekade. Dia sempat bersembunyi setelah masyarakat menyerbu kediamannya pada Sabtu 9 Juli lalu.

Sebelumnya, Rajapaksa berjanji akan mengundurkan diri pda Rabu 13 Juli. Saudaranya, mantan Menteri Keuangan, Basil Rajapaksa, juga telah meninggalkan Sri Lanka yang kabarnya menuju Amerika Serikat.

Pada Selasa malam sudah ada ribuan orang berkumpul di taman, menunggu pengunduran diri presiden. Warga Sri Lanka menyalahkan pemerintahan Presiden Rajapaksa atas krisis ekonomi terburuk mereka dalam beberapa dasawarsa.

Selama berbulan-bulan mereka berjuang menghadapi pemadaman listrik setiap hari dan kekurangan kebutuhan pokok seperti bahan bakar, makanan dan obat-obatan.

Rajapaksa diduga sengaja melarikan diri sebelum mengumumkan pengunduran diri untuk menghindari penangkapan oleh pemerintahan baru Sri Lanka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini