Dituding Jadi Penyebab Perceraian Dewi Perssik dan Angga Wijaya, Saipul Jamil Buka Suara

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nama Saipul Jamil terseret dalam keretakan rumah tangga antara Dewi Perssik dan Angga Wijaya.

Hal tersebut lantaran beredar video yang dimana Dewi Perssik terlihat lebih mementingkan Saipul Jamil hingga Angga Wijaya terlihat cemburu.

Melihat video tersebut, netizen pun menyudutkan Saipul Jamil menjadi alasan perceraian antara Dewi dan Angga.

Namun, Saipul akhirnya buka suara dan membantah semua rumor yang menyudutkan dirinya menjadi alasan kandasnya hubungan Dewi dan Angga.

“Saya tegaskan di sini, saya tidak pernah namanya mengganggu rumah tangga orang lain, kalaupun ada konten-konten romantis hanya konten saja,” ujarnya.

“Jadi ya buat orang-orang yang memiliki pikiran pendek, tolong ditelaah kembali kata-kata anda, itu bisa jadi tuduhan dan jadi fitnah,” tambahnya.

Selain dituduh menjadi orang ketiga, Saipul Jamil juga diminta untuk menjaga jarak dari Dewi Perssik, namun sekali lagi Ia menegaskan bahwa jarak bukan suatu masalah.

“Terus aku disuruh jaga jarak, mau jarak dekat kalau memang gak ada hubungan ya gak ada hubungan aja,” tegasnya.

“Justru kadan-kadang yang jaraknya berpuluh-puluh meter kalau memang ada hubungan ya adahubungan,” imbuhnya.

Terakhir, penyanyi dangdut itu meminta kepada netizen yang menuduhnya untuk menanyakan langsung kepada Angga Wijaya terkait alasan dirinya menggugat cerai Dewi Perssik.

“Jadi buat temen-temen yang dm aku, dengan menuduh macam-macam tanya sama Angganya aja mendingan kenapa nyeraiin Dewi? Kan beres, jangan nuduh-nuduh orang yang gak salah,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini