Dituding Abaikan Jennie BLACKPINK saat Fanmeeting, Lee Jeong Hoon Beri Penjelasan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Presenter asal Korea Selatan yang berkarier di Indonesia, Lee Jeong Hoon, baru-baru ini menjadi sasaran kekesalan BLINK, sebutan fans BLACKPINK.

Ia dituding mengabaikan Jennie saat fanmeeting di Jakarta. Sebelumnya, Lee memandu fanmeeting BLACKPINK yang digelar di Tennis Indoor Senayan Jakarta Pusat, Kamis 14 Januari 2020 lalu.

Sehari setelah fanmeeting BLACKPINK di Jakarta, Blink mengunggah tagar #JennieDeservesBetter. Mereka menilai Jennie tampak sedih sepanjang acara berlangsung. Ada yang menduga Jennie sedih karena tidak mendapat banyak pertanyaan dari Lee Jeong Hoon.

Menanggapi hal tersebut, Lee pun memberikan klarifikasi atas tudingan-tudingan yang dilontarkan BLINK kepadanya.

“Pertama, saya mengucapkan terima kasih untuk semua dukungan dan maaf untuk semua kesalahpahaman, dan tanpa ingin menjatuhkan pihak manapun (semua pihak yang bekerja),” tulis Lee dalam kolom komentar salah satu unggahan barunya di akun Instagram @leejeonghoon.

Lee menjelaskan dengan panjang tentang kondisi fanmeeting BLACKPINK di Indonesia malam itu.

“Saya mencoba yang terbaik menjawab semua pertanyaan. Anda semua tahu ini adalah acara besar dengan merek dan perusahaan besar juga,” tulis Lee lagi.

Suami Moa Aeim ini menerangkan bahwa semua kalimat ucapannya di fanmeeting itu berdasarkan rencana pihak penyelenggara.

“Semua pidato, pertanyaan, atau siapa orang yang menerima pertanyaan saya, semua berada di bawah kuasa penyelenggara. Saya hanya mengeluarkan kata-kata tersebut di panggung yang sudah diatur dari penyelenggara dan prompter di depan mata saya,” ujar Lee.

Bapak dua anak ini kemudian menjelaskan keadaan Jennie kala itu. Ia mengungkapkan kondisi Jennie saat itu sedang kurang sehat.

“Sesungguhnya itu permintaan dari bintang tamu untuk tidak bertanya terlalu banyak karena kondisinya kurang fit daripada member lain,” ungkap Lee.

Selain itu, durasi yang singkat dari penyelenggara membuat Lee harus mengikuti sesuai arahan.

“Karena padatnya durasi program, maka penyelenggara meminta saya untuk bertanya sesuai kebutuhan dan tidak semua member setiap pertanyaan. Saya sangat mengapresiasi bintang tamu,” tulis Lee.

Lee pun mencoba memposisikan dirinya sebagai bintang tamu dan mengaku pasti juga akan meminta pengertian seperti itu. Lalu, Lee juga menjelaskan alasan tak ada terjemahan ke Bahasa Indonesia saat sesi unboxing gawai produk penyelenggara, Samsung.

“Karena permintaan dari pihak berwenang untuk unboxing dengan bintang tamu menggunakan bahasa Korea sepenuhnya,” tutup Lee.

Tangkapan layar komentar Lee Jong Hoon soal tudingan dirinya abaikan Jennie Blackpink saat fanmeeting.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini