Disney Menolak untuk Hapus Adegan LGBTQ di Film ‘Doctor Strange 2’

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Lika-liku menuju hari perilisan ‘Doctor Strange 2’. Salah satu yang menjadi pertimbangannya adalah adegan LGBTQ yang dimasukkan dalam film tersebut selama 12 detik.

Melansir dari The Direct, salah satu karakternya, America Chavez (diperankan oleh Xochitl Gomez), jadi kontroversi. Karena menunjukkan orientasi seksualnya sebagai gay.

Sehingga di beberapa negara meminta untuk disunting bagian adegan itu.

Namun berdasarkan laporan The Guardian, terungkap bahwa Arab Saudi telah meminta Disney untuk memotong 12 detik dari adegan yang berpusat pada America Chavez yang tengah membicarakan tentang ‘dua ibunya’.

Pengawas umum klasifikasi bioskop Arab Saudi Nawaf Alsabhan mengatakan bahwa adegan itu hampir 12 detik saja dan hanya Chavez yang berbicara tentang ibunya. Namun ini merupakan referensi langsung ke materi pembelajaran LGBTQIA+.

Pejabat Saudi menyebutkan bahwa mereka memang mengirim keluhan mereka ke Disney. Tapi pihak studio itu mengatakan bahwa mereka menolak permintaan tersebut.

Sehingga di beberapa bagian dunia, terutama Timur Tengah (seperti Arab Saudi, Mesir, Kuwait, dan Qatar) melarang film ini untuk didistribusikan karena hal tersebut.

Sementara itu, ini bukanlah kejadian pertama kali film Marvel jadi kontroversi tentang LGBTQ. Sebelumnya sempat terjadi juga untuk film MCU ‘Eternals’.

‘Doctor Strange in the Multiverse of Madness’ akan rilis pada 5 Mei 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini