Disinggung Stafsus Menteri Keuangan, Juragan 99 Langsung Lapor Pajak

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Beberapa hari lalu Gilang Widya Pramana atau dikenal dengan Juragan 99 disinggung stafsus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo soal pendapatannya yang mencapai 600 miliar Rupiah per bulan.

Yustinus berkicau di Twitter terkait ramainya berita yang menyebutkan pendapatan Juragan 99 mencapai 600 miliar Rupiah. “Wah, gurih nih Ditjen Pajak,” cuitnya.

Tak lama berselang, Gilang langsung mendatangi kantor pajak di Jakarta Selatan untuk memberikan laporan pajak tahunan.

“Alhamdulillah hari ini menuntaskan kewajiban melaporkan SPT tahunan dan melakukan program pengungkapan sukarela wajib pajak (PPS),” tulis Gilang, dalam postingannya di Instagram.

“Sempat bertemu dengan Kepala KPP dan Kepala Ditjen Pajak Jakarta Selatan. Semua dilaporkan secara transparang,” katanya.

Yustinus Prastowo memberikan apresiasi kepada Gilang Juragan 99. Dia berharap hal ini bisa menjadi contoh bagi orang lain untuk melaporkan pajaknya.

“Langkah ini patut diapresiasi. Semoga menjadi contoh bagi yang lain untuk peduli dan patuh pajak,” cuitnya di Twitter.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini