Diprotes Netizen, Bir Ini Punya Nama dengan Arti Bulu Kemaluan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Belum lama ini produk bir asal Kanada, Hell’s Basement Brewery, mendapat protes dari netizen. Hal ini karena bir putih Selandia Baru mereka dinamakan “Huruhuru”.

Alasan penamaan tersebut mendapat protes karena memiliki arti rambut kemaluan. Kata tersebut lebih sering digunakan untuk merujuk pada rambut kemaluan oleh suku Maori, suku asli Selandia Baru.

Seorang tokoh dari suku Maori, Te Hamua Nikora menunjukan di Facebook Maori TV mengatakan bahwa pada dasarnya “Huruhuru adalah bulu atau rambut. Ia menambahkan “Tapi paling sering digunakan sebagai rambut dari kemaluan seseorang,” kata dia, dikutip dari Huffington Post pada Selasa 11 Agustus 2020.

BACA JUGA: Viral! Ikan Mas Raksasa Ditangkap Danau Toba, Netizen Khawatir Ada Bencana Datang

“Saat suku Maori melihat nama toko Anda, mereka tidak akan melihat ‘bulu’, mereka akan melihat ‘kemaluan’,” tambahnya dalam video yang diposting ke halaman Facebook tersebut.

Dia meminta Hell’s Basement Brewery untuk berhenti menggunakan kata tersebut. Bahkan, ia melarang menggunakan bahasa suku Maori tanpa rasa hormat.

Hal tersebut akhirnya membuat pabrik bir tersebut meminta maaf setelah secara tidak sengaja menamai produk mereka “Huruhuru”. Mereka mengakui bahwa penamaan tersebut memang diambil dari bahasa suku Maori.

BACA JUGA: Viral Video Pernikahan Drive Thru, Wawalkot Bekasi: Jomblo Sewa Grab Biar Gak Sendirian

Pabrik yang berada di Alberta, Kanada tersebut mengaku, jika mereka merilis bir itu dua tahun lalu dan mencari istilah tersebut dalam kamus. Mereka mengira jika arti “huruhuru” adalah bulu.

Kamus Maori online mendefinisikan “huruhuru” dalam menjadi beberapa kata termasuk “rambut, bulu, rambut kasar, bulu (biasanya bukan kepala) dan frasa “puke huruhuru” khusus sebagai rambut kemaluan wanita.

Soal penamaan ini pun ramai dibicarakan di Twitter. Tak sedikit netizen sentimen yang menggunakan taktik pemasaran seperti itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Perkuat Perlindungan Jemaah Haji di Tengah Konflik Global

Oleh: Arifa Kirana Putri )*Pemerintah terus memperkuat langkah perlindungan terhadap jemaah haji Indonesia di tengah meningkatnya dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah. Situasi konflik yang melibatkan sejumlah negara menjadiperhatian serius pemerintah agar tidak berdampak terhadap kelancarandan keamanan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Karena itu, koordinasi lintas kementerian, penguatan diplomasi, hinggakerja sama internasional terus diperluas demi memastikan seluruh jemaahdapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.Komitmen tersebut terlihat dari penguatan kerja sama antara Polri dan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Pemerintah menilaiperlindungan jemaah tidak cukup hanya melalui pelayanan teknis ibadah, tetapi juga harus mencakup aspek keamanan, pendampingan hukum, serta pencegahan praktik ilegal yang dapat merugikan masyarakat.Dalam audiensi antara Wakapolri Dedi Prasetyo dan Wakil Menteri Haji dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini