Dilarang Keramas saat Haid, Mitos atau Fakta?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebagai wanita, mengalami menstruasi setiap bulannya adalah kodrat yang harus diterima. Biasanya, banyak hal-hal yang dipercaya setiap wanita saat mengalami menstruasi.

Salah satunya ialah tidak keramas saat sedang datang bulan. Mereka percaya bahwa saat haid, wanita dilarang untuk berkeramas.

Kepercayaan itu kerap beredar luas hingga di masa sekarang. Bahkan, hal itu juga kerap dilontarkan oleh orangtua kita.

Menurut UNICEF, mandi dan keramas saat haid adalah bagian penting untuk menjaga kebersihan perempuan. Apalagi, saat menstruasi area kewanitaan cenderung mengeluarkan bau tak sedap.

Lebih lanjut, mandi dan keramas terutama dengan air panas dapat melancarkan peredaran darah. Serta bermanfaat untuk mengurangi nyeri haid dan meredakan ketegangan otot yang membuat menstruasi terasa enggak nyaman.

Dengan begitu, keramas dan mandi saat haid justru sangat dianjurkan ya. Hal ini bertujuan agar tubuh terasa lebih bersih dan segar.

Nah, jangan lupa untuk tak abai dengan kebersihan vagina kalian.  Jadi ketika mandi dan keramas saat haid, jangan lupa bersihkan area vagina, setidaknya dua kali sehari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini