Dikecam Karena Konten Prank KDRT, Baim Wong dan Paula Verhoeven Minta Maaf

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Usai dihujat lantaran membuat konten prank kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Baim Wong dan Paula Verhoeven akhirnya minta maaf.

Pasangan suami istri itu pun menyambangi Polsek Kebayoran Lama dengan tujuan untuk menyampaikan permohonan maaf pada pihak kepolisian.

“Mau minta maaf sama kepolisian yang kemarin kita datangin. Sebenarnya salahnya kita,” ucap Baim.

Baim pun emnjelaskan, bahwa ia dan istrinya membuat konten prank tersebut lantaran telah merasa dekat dengan pihak kepolisian.

“Dikiranya itu kita terkenal karena memang sering banget saya ke sini dan juga saya merasa dekat. Tapi dari sisi kekeluargaan, penglihatannya lain ya. Beda,” sambungnya.

Ayah dua anak itu lantas merasa sadar bahwa aksinya adalah suatu kesalahan. Menurutnya, tidak seharusnya dia melakukan prank pada polisi.

Karena itu, dia dan sang istri datang langsung ke Polsek Kebayoran Lama untuk meminta maaf.

“Karena ini institusi pemerintah enggak boleh digituin dan memang benar banget. Makanya tadi ke sini mau minta maaf,” jelasnya.

Setelah videonya ramai dihujat, Baim Wong itu pun tak hanya minta maaf kepada kepolisian. Dia juga mengaku akan intropeksi diri.

“Saya minta maaf memang salah. Kita salah, intropeksi diri karena memang enggak boleh. Kita harus hargai instutusi pemerintahan,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini