Digugat Cerai, Kanye West Hengkang dari Rumah Kim Kardashian

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Rapper senasional, Kanye West harus terima kenyataan digugat cerai sang istri, Kim Kardashian. Mereka memutuskan untuk berpisah setelah tujuh tahun membangun rumah tangga.

Dilansir dari Mirror, perceraian West dengan Kardashian ini membuat rapper itu harus hengkang dari kediamannya di Hidden Hills, Los Angeles, Amerika Serikat. Rumah tersebut nantinya akan jatuh ke tangan Kardashian.

Informasi ini muncul seiring pengacara Kardashian dan West mulai pembicaraan negosiasi tentang perceraian klien mereka. Termasuk soal rumah yang mereka tempat bersama itu.

Meski begitu, Kardashian mengatakan bahwa West akan selalu mendapat tempat yang spesial di rumah Hidden Hills. Pasalnya, West juga ikut berperan dalam merancang mansion mewah itu.

Kim Kardashian dan Kanye West telah mengakhiri kisah cinta mereka setelah tujuh tahun menikah dan memiliki empat anak. Mereka saat ini berusaha mendapatkan hak asuh bersama atas anak-anak mereka.

Usut punya usut, Kardashian merasa lelah menghadapi kondisi bipolar West yang masih kerap kambuh. Termasuk saat West nekat mencalonkan diri sebagai Presiden Amerikat Serikat.

Dalam beberapa minggu terakhir, Kim Kardashian tinggal di rumah di Los Angeles bersama anak-anaknya. Sementara West mengungsi di Wyoming.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini