Didi Kempot Meninggal, Penabuh Kendang Dory Harsa Posting Ini di IG

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dory Haryanto Saputra atau Dory Harsa, penabuh kendang maestro campursari Didi Kempot mengungkapkan duka mendalam saat sang musisi meninggal dunia.

Seperti diketahui, musisi campursari yang dijuluki ‘Godfather of Brokenheart’ Didi Kempot meninggal dunia pada Selasa 5 Mei 2020 pagi. Kerabat menyebutkan Didi Kempot sempat mengeluhkan rasa sakit pada malam sebelumnya.

BACA JUGA: Didi Kempot ‘Godfather of Broken Heart’ Meninggal Dunia

Menyusul kabar meninggalnya sang penyanyi lagu Cidro ini, Dory Harsa, pemain kendang Didi Kempot yang viral mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam melalui media sosial Instagram.

Tak lama setelah kabar duka beredar, ia mengunggah sebuah foto hitam polos dalam akun Instagram @doryharsa, diunggah Selasa 5 Mei 2020 pagi.

Dory Harsa tidak menuliskan keterangan apapun pada unggahannya. Namun, dilihat pada kolom komentar, banyak Sobat Ambyar yang terkejut atas kepergian Didi Kempot. Mereka pun mengungkapkan duka atas kepergian sang musisi.

“Sobat ambyar berduka ??,” @kata @nO**ta.su_.

“Yg sabar tabah,,smg om didi kempot husnul khotimah,” komentar @nietha.cien**88.

“Ya Allah langs merinding aqw. . inalillahi wainailaihi roji’un…??,” tulis @novi_**lepel.

“Turut berduka cita atas meninggalnya salah satu maestro ?,” kata @informa.**rabaya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dana Hasil Penertiban Kawasan Hutan Jadi Bukti Nyata Penegakan Hukum Pemerintah

Oleh: Alvin Sato )*Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuatpenegakan hukum dan penyelamatan aset negara melalui langkahkonkret penertiban kawasan hutan. Hal itu tercermin dari penyerahandana hasil penertiban kawasan hutan senilai Rp10,27 triliun kepadanegara yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta. Momentum penyerahan ini sekaligus menjadi simbol kuat bahwa upayapenegakan hukum pemerintah kini semakin berorientasi pada hasil nyatayang dapat dirasakan masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwaagenda penyerahan dana hasil penertiban kawasan hutan bukan sekadarseremoni. Kepala Negara memandang masyarakat saat ini menginginkanbukti konkret dari kerja pemerintah, terutama dalam upaya menjagakekayaan negara dan menindak berbagai pelanggaran di sektor sumberdaya alam. Presiden menilai transparansi dan akuntabilitas menjadibagian penting agar masyarakat dapat melihat langsung hasil daripenegakan hukum yang dilakukan negara.Menurut Presiden, dana triliunan rupiah yang berhasil diselamatkantersebut menunjukkan bahwa pemerintah serius memastikan aset negara tidak lagi bocor akibat praktik ilegal maupun penyalahgunaan kawasanhutan. Ia juga menyinggung bahwa masyarakat sudah terlalu lama disuguhi berbagai pidato tanpa hasil nyata, sehingga pemerintah saat iniberupaya menghadirkan bukti langsung melalui pengembalian aset dan penyelamatan keuangan negara.Presiden Prabowo turut mengungkapkan adanya potensi tambahanpengembalian aset negara pada bulan berikutnya dengan nilai mencapaiRp11 triliun. Hal itu memperlihatkan bahwa upaya penertiban kawasanhutan tidak berhenti pada satu tahap, melainkan terus berlanjut sebagaibagian dari strategi nasional dalam memperbaiki tata kelola sumber dayaalam Indonesia.Selain penyerahan dana, pemerintah juga berhasil menguasai kembalikawasan hutan seluas lebih dari 2,3 juta hektare. Pengembalian lahantersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga kedaulatannegara atas kawasan hutan yang selama bertahun-tahun mengalamiberbagai bentuk pelanggaran, mulai dari penguasaan lahan ilegal hinggapenyalahgunaan izin usaha.Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa dana Rp10,27 triliunyang dipamerkan dalam kegiatan Satgas Penertiban Kawasan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini