Didesak Nikah Cepat, Anya Geraldine: Apa yang Lo Cari?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Anya Geraldine menarik perhatian netizen setelah dirinya melakukan live streaming di laman media sosial Instagramnya.

Saat sedang melakukan live streaming Anya didesak netizen untuk segera menikah. Ia pun lantas langsung menjawabnya dengan sewot.

“Buruan nikah, buruan nikah iya tujuan lo apa? Apa yang lo cari dari nikah itu cepet-cepet?” jawabnya.

Dirinya mengatakan bahwa banyak orang yang menikah cepat namun pernikahannya gagal karena kurangnya persiapan dalam segala aspek.

“Banyak yang ada unprepared tau gak? Belum siap, belum siap jadi istri,belum siap jadi suami, belum siap jadi ibu,” ujarnya.

Selebgram yang kini telah memasuki dunia peran itu pun juga memberikan wejangan agar tidak memaksakan untuk menikah cepat apabila belum siap agar tidak mengalami kegagalan dan bercerai.

“Kalau belum siap itu jangan dipaksain, ntar yang ada cerai, kalo cerai kasian anak lo,” jawabnya dengan ketus.

Cuplikan live streaming dari Anya Geraldine pun diunggah kembali oleh salah satu akun gosip @lambegosiip, dan banyak netizen yang memenuhi kolom komentar postingan tersebut.

“Iya betul, setuju. Jangan cuma mikir nikah enak, apa-apa berdua. Belum tau aja ujiannya jg banyak,” tulis netizen.

“Kali ini setuju sih sama Anya. Biasanya yang nanya-nanya kayak gitu, yang merasa dirinya ingin usil sama orang lain,” tambah netizen lainnya.

“Yang katanya “siap” juga belum tentu bisa mulus menjalani rumah tangga.. Yang belum menjalani mah mikir enaknya doing, padahal pas berumah tangga ujiannya luar bisa bestie,” kata netizen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini