Di Selandia Baru, Warga Sudah Nikmati Konser Tanpa Jaga Jarak dan Masker

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Selandia Baru menikmati hasil jerih payah mereka dalam penanganan Covid-19. Kini, warga di negara tersebut sudah bisa menyaksikan konser secara langsung, terbuka, berkerumun, tanpa berjaga jarak dan tak mengenakan masker.

Konser band Six60 itu dihadiri oleh sekitar 20 ribu warga Selandia Baru, akhir pekan lalu. Ini adalah konser pertama yang dilakukan terbuka, setelah pemerintah setempat menyatakan kasus Covid-19 sudah minim.

Negara yang dekat dengan Benua Australia ini sebelumnya menuai pujian dari berbagai pihak internasional, karena keberhasilan pemerintahnya dalam menanagani pandemi Covid-19.

Mereka langsung menerapkan lockdown setelah pandemi merebak. Pemerintah Selandia Baru juga langsung menutup perbatasan negara sehingga tingkat penularan sangat kecil.

Kini, hanya ada 76 kasus Covid-19 aktif dan Selandia Baru. Pemerintah juga melaporkan tak ada lagi penularan baru di negaranya.

Di Selandia Baru, aturan wajib masker dan social distancing hanya berlaku di transportasi umum saja.

Namun, pemerintah di sana masih menerapkan kontrol ketat di perbatasan negara. Semua yang masuk Selandia baru harus melewati proses pemeriksaan yang ketat dan wajib isolasi mandiri selam 14 hari setelah tiba.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini