Deretan Manfaat yang Didapat dari Makan Sayur dan Buah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Makan sayur dan buah adalah hal wajib untuk menjaga tubuh tetap sehat dan prima. Selain itu, dua makanan ini juga dinilai memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Simak selengkapnya, seperti dilansir dari Times Now News :

Rahasia panjang umur
Peneliti dari Harvard University menemukan, jumlah porsi yang ideal untuk mengonsumsi sayur dan buah adalah lima porsi per hari. Lima porsi ini terdiri atas dua porsi buah dan tiga porsi sayuran.

Menurut studi terbaru yang mereka lakukan, konsumsi dua porsi buah dan tiga porsi sayur per hari berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah. Konsumsi porsi yang lebih banyak dari itu,tampak tidak berkaitan dengan semakin panjangnya harapan hidup.

Memenuhi kebutuhan nutrisi
Kebutuhan nutrisi alami tubuh cenderung berubah seiring dengan perubahan musim. Saat cuaca dingin, tubuh lebih rentan terhadap pilek, flu, dan kondisi kesehatan lainnya yang bisa berujung pada ketidaknyamanan.

Untuk itu, orang membutuhkan penguatan sistem kekebalan tubuh agar dapat melawan penyakit dan infeksi. Tentunya, perlu vitamin C untuk meningkatkan imunitas.

Jambu biji, pepaya, apel, dan jeruk terkenal dengan kandungan vitamin C-nya. Di samping itu, masih ada mangga, kiwi, dan semangka yang bisa dicoba.

Membuat tubuh segar
Buah dan sayuran musiman tersedia setelah baru dipanen. Itu dapat membantu mempertahankan nilai gizi dan kesegarannya. Buah-buahan dan sayuran musiman sering kali lebih segar dan matang hingga menambah rasanya secara signifikan.

Menghemat pengeluaran
Buah-buahan dan sayuran ditanam tersedia dalam jumlah banyak sehingga keseimbangan permintaan dan penawaran bisa terjaga. Mengingat orang tak perlu berebut untuk mendapatkannya, harganya cenderung tetap rendah.

Itu artinya, Anda tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk bisa makan buah dan sayuran. Keuangan keluarga pun tidak terlalu terbebani.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini