Deretan Manfaat Madu untuk Kecantikan Kulit

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ternyata madu memiliki beragam manfaat bagi manusia. Tak hanya untuk kesehatan tubuh, madu juga membuat kulit terlihat lebih cantik dan berkilau.

Berikut manfaat penting dari madu untuk kesehatan kulit anda ;

1. Ampuh hilangkan jerawat

Kalau ada jerawat di wajah, jangan buru-buru memencetnya. Sebaiknya gunakan madu sebagai pertolongan pertama. Madu mengandung komponen antibakteri yang mencegah pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Selain itu terdapat kandungan antiinflamasi yang membantu meredakan rasa sakit dan peradangan.

Pastikan wajah dalam kondisi bersih dengan penggunaan cleanser dan sabun cuci muka. Aplikasikan madu pada jerawat dan diamkan selama 15-20 menit lalu bilas.

2. Melembabkan kulit

Madu juga bisa dimanfaatkan untuk melembabkan kulit. Ini berkat kandungan emoliennya. Emolien membantu mengunci kelembapan dan membuatnya lembut dan terhidrasi. Yang memiliki kulit kering, sebaiknya memasukkan madu dalam rangkaian perawatan kulit.

Caranya mudah, cukup siapkan satu sendok makan madu. Gosok pada kedua telapak tangan untuk menghangatkan. Kemudian pijatkan pada wajah selama beberapa menit dan diamkan selama 15-20 menit. Bilas dengan air.

3. Melembutkan bibir

Bibir kasar dan pecah-pecah tentu merusak tampilan lipstik dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Madu bisa dijadikan scrub guna mengangkat lapisan kulit mati sehingga bibir jadi halus dan lembut.

Siapkan satu sendok makan madu dan dua sendok makan gula (gula pasir atau brown sugar). Campur keduanya dalam wadah dan gosokkan perlahan pada bibir. Kemudian diamkan selama 10 menit dan bilas.

4. Mengatasi hiperpigmentasi

Warna pada kulit terbentuk berkat melanin atau pigmen yang memberi warna pada kulit. Namun paparan sinar UV bisa menimbulkan kelebihan produksi melanin sehingga mengakibatkan hiperpigmentasi atau timbul bintik atau noda hitam di kulit.

Untuk kasus ini, padukan madu dengan minyak kelapa (VCO). Keduanya akan mengandung emolien yang menyegarkan dan mencerahkan kulit. Campur satu sendok makan madu dan satu sendok makan minyak kelapa. Pijatkan ramuan ini pada wajah dan bilas.

5. Mengangkat sel kulit mati

Madu pun dapat dipakai secara rutin untuk mengangkat sel kulit mati sehingga merangsang pertumbuhan sel-sel kulit yang baru. Selain itu, juga bisa membersihkan pori untuk menghindari penyumbatan.

Anda hanya memerlukan satu sendok makan madu dan dua sendok makan baking soda. Ketika sudah tercampur rata, gosokkan pada wajah dan pijat perlahan. Bilas dan cuci wajah seperti biasa kemudian disusul dengan pelembap. Sebaiknya eksfoliasi wajah cukup dua kali dalam seminggu.

Semoga berguna!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tata Kelola Koperasi Desa Semakin Solid Melalui Pengawasan dan Evaluasi Berkelanjutan

Oleh: Satria Putra )*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkokoh tatakelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai fondasi barupenguatan ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput. Program inidirancang sebagai instrumen strategis untuk memperluas aksesmasyarakat desa terhadap layanan ekonomi yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, pengawasan danevaluasi berkelanjutan menjadi elemen utama yang memastikan koperasimampu berkembang secara sehat, profesional, dan akuntabel.Penguatan tata kelola koperasi desa menjadi bagian dari agenda besartransformasi perkoperasian nasional yang tengah dijalankan pemerintah. Kementerian Koperasi memandang bahwa keberhasilan pembangunankoperasi tidak cukup hanya bertumpu pada pembentukan kelembagaan, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan sistem pengawasan yang adaptif terhadap tantangan zaman. Karena itu, langkah percepatandigitalisasi menjadi pilihan strategis untuk memastikan pengelolaankoperasi berjalan lebih transparan dan efisien.Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peresmian Command Center oleh Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, sebagai pusat kendali digital yang difokuskan mendukung penyelenggaraan Koperasi Desa/KelurahanMerah Putih. Kehadiran pusat pengawasan ini menandai babak baru tatakelola koperasi nasional yang berbasis data dan teknologi.Ferry menjelaskan bahwa Command Center dibangun sebagai sisteminformasi terpadu yang mengintegrasikan berbagai data operasionalkoperasi lintas lembaga, termasuk pengelolaan dana bergulir. Menurutnya, sistem tersebut merupakan bagian dari mandat besartransformasi koperasi nasional agar mampu berkembang lebih kompetitifsekaligus menjawab tuntutan modernisasi ekonomi desa.Digitalisasi, menurut Ferry, bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan instrumen untuk memperkuat kontrol kelembagaan. Melaluisistem ini, pelaporan dan pemantauan dapat dilakukan secara lebih cepatdan akurat. Pemerintah dapat menjangkau langsung perkembangankoperasi di berbagai daerah sehingga potensi kendala dapat terdeteksilebih dini.Keunggulan utama Command Center terletak pada kehadiran early warning system yang dirancang untuk mendeteksi persoalan secaracepat. Pendekatan ini memungkinkan langkah korektif dilakukan sebelumpermasalahan berkembang lebih luas. Dengan sistem pencegahan dini, pemerintah memastikan setiap dinamika operasional koperasi dapatdirespons secara terukur dan tepat sasaran.Selain itu, sistem ini memungkinkan pemantauan real-time terhadappelaksanaan pelatihan, aktivitas usaha, hingga perkembangankelembagaan koperasi desa. Model pengawasan berbasis data seperti inimemperlihatkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistemevaluasi yang berkesinambungan dan tidak lagi bergantung pada laporanmanual yang seringkali terlambat.Ferry juga menegaskan bahwa penguatan koperasi desa tidak dapatdilakukan secara parsial. Karena itu, Command Center dirancangterhubung dengan berbagai kementerian dan lembaga, termasukKementerian Desa, Kejaksaan Agung, serta lembaga pengelola dana bergulir. Integrasi lintas sektor ini mencerminkan pendekatan kolaboratifpemerintah dalam menciptakan pengawasan menyeluruh.Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam memastikan tata kelolakoperasi berjalan sesuai koridor hukum, administrasi, dan prinsipakuntabilitas publik. Pemerintah memahami bahwa koperasi desamemegang peran strategis dalam distribusi layanan ekonomi masyarakat, sehingga pengawasannya harus dilakukan secara terkoordinasi.Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi, Henra Saragih,menilai keberadaan Command Center akan menjadi landasan pentingbagi proses perencanaan, pengawasan, dan evaluasi yang lebih efektif. Iamenekankan bahwa penguatan infrastruktur digital, keamanan data, dankapasitas sumber daya manusia teknologi informasi menjadi syarat utamaterwujudnya ekosistem koperasi modern.Pandangan Hera memperlihatkan bahwa transformasi koperasi yang dilakukan pemerintah tidak bersifat seremonial. Langkah ini dibangunmelalui fondasi teknis yang matang agar sistem pengawasan berjalanberkelanjutan dan mampu menjawab kebutuhan lapangan secara nyata.Dukungan terhadap pendekatan pengawasan berlapis juga datang dariekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa karakterKoperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang memadukan fungsi komersialdan sosial membutuhkan pembagian pengawasan lintas otoritas sesuaikewenangannya.Menurut Dipo, pengawasan terhadap aktivitas keuangan sepertipenyaluran kredit idealnya berada di bawah otoritas yang memilikikompetensi khusus di sektor jasa keuangan. Sementara itu, pengawasankelembagaan dan unit usaha tetap relevan berada dalam pembinaanKementerian Koperasi. Pendekatan ini dinilai akan memperkuatakuntabilitas serta mencegah potensi penyimpangan.Dipo juga menekankan pentingnya audit independen secara berkalasebagai instrumen pendukung evaluasi eksternal. Dengan audit...
- Advertisement -

Baca berita yang ini