Demi Sahabat, Kylie Jenner Sumbang Rp7,2 Miliar

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELESKylie Jenner mendonasikan uang sebesar 500 ribu Dolar AS atau sekitar 7,2 miliar Rupiah. Hal ini dilakukan Kylie demi sahabatnya, Harry Hudson.

Donasi tersebut nantinya akan digunakan untuk membantu yayasan Cancer Amerika dan membuat tempat bagi pasien dengan nama ‘Hey, I’m Here For You Teen Lounge’ di Rumah Sakit Anak di Vanderbilt, Tennessee.

“Kylie selalu menemani Harry menjalani kemoterapi. Dukungan moral sangat diperlukan untuk para pengidap kanker agar selalu hidup dalam harapan,” ujar seorang sumber, dikutip dari People, Jumat 2 April 2021.

Harry Hudson adalah sahabat Kylie yang sempat mengidap Hodgkin Lymphoma pada 2013 lalu. Harry mengucapkan rasa terima kasih pada sahabatnya itu.

“Saya sangat bersyukur persahabatan dengan Kylie dan dampak yang dibuatnya di hidupku dalam perjalanan kankerku,” ungkap Harry, dikutip dari Page Six.

Wanita berusia 23 tahun itu akan membangun tempat perawatan bagi anak-anak muda yang terkena kanker. Dia akan menempatkan beberapa hiburan, seperti konsol video game, televisi layar lebar, dan ruang untuk mengobrol dengan keluarga.

Sebelumnya, Kylie mndapat cibiran dari warganet karena meminta donasi untuk Harry melalui GoFoundMe. Di sana, wanita yang berprofesi sebagai model itu menyumbang 5.000 Dolar AS atau hanya sekitar 72 juta Rupiah.

Beberapa waktu lalu, Kylie disebut sebagai selebritis nomor dua dengan bayaran endorse termahal di Instagram. Tarif bayaran endorse itu dilihat dari jumlah followers di Instagram. Untuk satu postingan di Instagram,tarifnya mencapai 983 ribu Dolar AS, atau setara dengan 13,762 miliar Rupiah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Moratorium SPPG dan Komitmen Menjaga Keberlanjutan Program Gizi Nasional

Oleh : Antonius UtomoKeputusan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberlakukan moratorium pembangunan dan pendaftaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) barumemunculkan beragam respons di tengah masyarakat. Sebagian pihak menilai kebijakantersebut sebagai langkah yang berpotensi memperlambat perluasan Program Makan BergiziGratis (MBG), sementara sebagian lainnya melihatnya sebagai upaya strategis untukmemperkuat fondasi program sebelum dilakukan ekspansi lebih lanjut. Di tengah berbagaipandangan tersebut, satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa moratorium bukanlahpenghentian program, melainkan bagian dari proses evaluasi guna memastikan keberlanjutandan kualitas layanan gizi nasional.Program MBG merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitassumber daya manusia Indonesia. Sejak diluncurkan, program ini terus mengalami perluasancakupan dengan dukungan ribuan SPPG yang tersebar di berbagai daerah. Bahkan, BGN mencatat pembangunan puluhan ribu SPPG dalam kurun waktu yang relatif singkat sebagaibentuk percepatan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya peserta didik dan kelompok rentan. Di saat yang sama, skala program yang semakin besar menuntut adanyasistem tata kelola yang semakin kuat dan terukur.Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Trenggono menegaskan bahwa moratorium...
- Advertisement -

Baca berita yang ini