Dear Traveler, Ingin Traveling Tanpa Over Budget? Ikuti Tips Ini!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Banyak traveler yang selalu mengeluarkan uang lebih banyak dari pada anggaran yang sudah ditetapkan saat melakukan perjalanan.

Hal itu lantas membuat keuangan para traveler menjadi membengkak saat berlibur, atau melakukan perjalanan.

Berikut adalah beberapa tips untuk para traveler agar tidak over budget saat melakukan perjalanan atau berlibur ke tempat impian!

Memilih penginapan di tengah kota

Menginap di tengah kota adalah sebuah keuntungan bagi wisatawan. Selain sangat strategis, aneka macam fasilitas pasti tersedia.

Di samping dijangkau layanan transportasi umum, mencari makanan pun tentu melimpah pilihannya. Meski begitu, faktor strategis jangan sampai jadi satu-satunya yang utama. Faktor kenyamanan juga harus dipikirkan.

Memesan penginapan dari jauh hari

Harga penginapan tentu akan menjadi jauh lebih murah ketika dipesan dari jauh-jauh hari. Karena, jika kita meemsan penginapan mendadak maka harganya akan menjadi sangat mahal.

Hindari peak season

Harga berbagai akomodasi akan melonjak saat peak season. Momen ini biasanya terjadi saat musim liburan sekolah, libur hari raya, dan libur akhir tahun.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya mengagendakan liburan saat hari-hari normal. Ini adalah poin plus jika pekerjaanmu terbilang fleksibel terhadap hari dan jam kerja. Jika tidak, maka merencanakan cuti adalah jawabannya.

Membuat prioritas oleh-oleh

Setiap orang pasti punya pandangan yang berbeda-beda soal oleh-oleh. Ada yang menganggapnya wajib, ada pula yang tidak.

Bagi yang tidak, mungkin mereka lebih mencari pengalaman yang dirasakan ketimbang membawa pulang barang.

Bagi mereka yang wajib membeli oleh-oleh dan terbentur masalah budget, skala prioritas harus tertanam di benak mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini