Dave Grohl Sebut Cover Album Legendaris Nirvana Bertema Nevermind Bisa Berubah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dave Grohl mengisyaratkan bahwa cover atau halaman depan album Nirvana yang berjudul Nevermind bisa saja berubah dan dipublikasikan. Ia mengatakan hal tersebut kepada The Sunday Times pasca seseorang bernama Spencer Elden, yang diketahui merupakan anak bayi yang menjadi model cover album tersebut. Spencer menganggap bahwa gambar tersebut merupakan contoh pornografi dan bentuk eksploitasi anak.

Menanggapi hal tersebut, Dave Grohl hanya menegaskan bahwa dirinya memang sudah terpikirkan untuk mengubah tampilan cover tersebut.

“Saya memiliki banyak ide tentang rencana perubahan. Kita lihat nanti seperti apa. Kita akan membiarkan kalian semua mengetahuinya. Saya yakin semuanya akan berakhir dengan baik,” kata Dave.

Mengutip dari NME, mengacu pada proses hukum terhadap kasus ini, Grohl menambahkan bahwa dirinya tidak ambil pusing terkait hal tersebut. Ia menilai dirinya tidak perlu terlalu ikut campur dan mengurus terkait kasus itu.

Adapun sebelumnya Elden mengaku bahwa dirinya mengalami tekanan emosional ekstrem dan permanen. Hal ini membuat, member Nirvana Kurt Cobain hingga Dave Grohl dianggap gagal melindungi dan mencegah eksploitasi seksual anak. Alhasil, Elden menuntut uang ganti rugi sebesar Rp2,1 miliar melalui tuntutan tersebut.

“Kerugian permanen yang segera dideritanya termasuk tetapi tidak terbatas pada tekanan emosional yang ekstrem dan permanen dengan manifestasi fisik, gangguan terhadap perkembangan normal dan kemajuan pendidikannya, hilangnya kapasitas pendapatan seumur hidup, hilangnya upah masa lalu dan masa depan. Pengeluaran masa lalu dan masa depan,” tulis dokumen itu, dikutip dari Mirror.

Sebagai informasi, Nevermind merupakan album Nirvana yang dirilis pada 24 September 1991 di dalam album yang saat ini masih hits seperti Smell Like Teen Spirit, Comes as You Are, Lithium dan lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini