Dari Kodok Hingga Kera, Ini Sederet Hewan Peliharaan Presiden RI

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hewan peliharaan dipercaya membuat orang tidak kesepian dan hidupnya jadi lebih berwarna. Sebab, sang majikan bakal memiliki teman setia yang akan mengikutinya kemana saja. Tak hanya itu, hewan peliharaan juga menunjukkan sisi penyanyang manusia.

Nah, ternyata di balik sosok tegas para pemimpin Indonesia, mereka juga menyempatkan diri memelihara hewan peliharaan. Hewan peliharaan ini tak cuma dipajang, tetapi benar-benar dirawat dengan sungguh-sungguh. Berikut hewan peliharaan yang pernah dipelihara oleh presiden Indonesia.

  1. Kodok

Di sela kesibukannya sebagai kepala negara, Presiden Joko Widodo ternyata masih meluangkan waktu untuk memberi makan sejumlah hewan peliharaannya setiap Sabtu dan Minggu di Istana Bogor. Menurut salah seorang petugas Istana, kegiatan ini menjadi hiburan tersendiri bagi Presiden Jokowi.

Presiden Indoneisa ketujuh ini memiliki hewan peliharaan, yaitu kodok, kambing, dan burung Murai Batu. Dia menilai suara kodok mampu membuat pikirannya tenang.

“Kalau malam kan jadi ada suara kodok. Kwang-kwong, kwang-kwong, kwang-kwong. Apalagi setiap turun hujan. Kan enak, jadi fresh otaknya,” kata Jokowi.

Saat menjadi tamu dalam acara Mata Najwa bertajuk “Cerita Anak Jokowi” pada 2016 lalu, anak bungsu Joko Widodo, Kaesang Pangerap, sempat mengungkapkan kegemaran ayahnya yang suka memelihara kecebong dan kodok. Menurut pengakuannya, sang ayah memiliki satu kolam khusus untuk memelihara kecebong hingga menjadi kodok dewasa.

“Satu kolam buat kecebong saja. Bapak (Jokowi) suka sekali kecebong,” kata Kaesang kepada Najwa Shihab.

  1. Kambing

Di Istana Bogor, Jokowi juga diketahui memelihara 10 ekor kambing. Dalam sebuah video vlog yang diunggah di akun YouTube Joko Widodo, Jokowi terlihat bahagia saat mengumumkan kelahiran dua ekor kambing piaraannya.

“Pagi ini saya merasa gembira sekali. Alhamdulillah, tadi pagi telah lahir lagi dua anak kambing yang saya pelihara. Coba, lucu-lucu ini,” kata Jokowi.

“Dan yang ini lahirnya 2 minggu yang lalu. Jadi dua bulan yang lalu lahir 1 ekor, seminggu yang lalu lahir 2 ekor, hari ini lahir 2 ekor. Jadi anaknya ada 5 induknya ada 5. Jadi sekarang saya punya kambing totalnya 10,” sambungnyai.

Tidak hanya itu, salah seorang petugas bernama Endang mengatakan bahwa hewan-hewan piaran tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi Jokowi di hari Sabtu dan Minggu.

“Itu salah satu hiburan bapak setiap hari Sabtu dan Minggu. Bapak memberi makan ikan, kodok, kambing, dan berinteaksi dengan peliharaannya di sana (Istana Bogor),” kata Endang dalam sebuah video yang diunggah di laman Facebook Jokowi.

  1. Burung Murai Batu

Presiden Jokowi juga memelihara burung Murai Batu. Seperti sebagian kalangan pria, orang nomor satu di Indonesia ini,  telah menekuni hobi memelihara burung.

Jokowi bahkan tidak main-main, ia pernah mengikutsertakan burung peliharannya di sebuah ajang perlombaan burung yakni, Fesival dan Pameran Burung Berkicau Piala Presiden Jokowi 2018 yang berlangsung di Kebun Raya Bogor.

Kala itu, Presiden Jokowi mengikutsertakan burung jenis murai batu miliknya untuk dilombakan. Namun, sayang burung peliharaannya harus mengakui kehebatan burung dari peserta lainnya.

Menurut Psikolog Klinis, Aurora Lumbantoruan, rupanya hobi memelihara burung bukan sekadar menjadi ajang pamer atau adu gengsi semata. Kicauan burung yang sangat merdu diklaim dapat memberi dampak positif ke dalam pikiran.

Memelihara burung Murai Batu juga termyata pernah dilakukan oleh Presiden Indonesia keempat, Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Semasa menjabat, Gus Dur juga dikenal gemar memelihara burung.

Menurut banyak sumber, burung yang paling disukainya juga sama seperti Jokowi, yakni Murai Batu dan Cucakrowo. Hingga beliau meninggal pada 30 Desember 2009, masih ada tujuh jenis burung warisan Gus Dur.

  1. Kuda

Walau tidak hobi berkuda, Presiden Jokowi rupanya juga memelihara dua kuda yang dititipkan di istana. Kedua kuda itu diberinama Sandalwood dan Radabolo.

  1. Angsa

Selain kuda, ternyata Presiden Jokowi juga memelihara Angsa di Istana Bogor. Angsa tersebut berjumlah 17 ekor. Ada juga 18 enthok yang dibiarkan lepas di halaman istana.

  1. Biawak

Dari sekian banyak hewan yang dipelihara Presiden Jokowi di Istana Bogor, ternyata ada satu hewan peliharaan anti-mainstrem. Presiden Jokowi ternyata juga memelihara seekor biawak.

Hewan tersebut ia dapatkan ketika salah seorang petugas sedang membersihkan kolam yang berada di depan kompleks Istana Bogor. Seekor biawak terlihat terjebak di dalam sebuah kotak saringan air. Sang Presiden pun kemudian meminta petugas tersebut untuk melepaskan biawak ke dalam kolam.

  1. Kera

Kalau tadi Presiden Jokowi punya peliharaan anti-mainstream, yaitu biawak. Presiden Indonesia pertama, Soekarno, juga memiliki hewan itu, yakni seekor kera. Ketika Presiden Soekarno diasingkan di Ende, Flores. Ia memiliki hewan peliharaan kera.

  1. Kucing

Berbarengan dengan kera tadi. Kucing juga menjadi salah satu hewan peliharaan Presiden Soekano kala itu.

Fakta ini terungkap lewat buku “Bung Karno: Ilham dari Flores untuk Nusantara”, karya pengawalnya, Jae Bara.

Itulah hewan-hewan peliharaan orang nomor satu di Indonesia. Tertarik untuk memelihara hewan juga?

Reporter: Indah Utami

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Reformasi UU P2SK Menjaga Stabilitas sekaligus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

*) Oleh: Dinda ParamitaPengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan(P2SK) menjadi undang-undang oleh DPR RI dalam Rapat Paripurna ke-20 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 merupakan langkah strategis yang patutdiapresiasi. Di tengah dinamika ekonomi global yang sarat ketidakpastian, Indonesia membutuhkan fondasi sektor keuangan yang tidak hanya kuat dalam menjagastabilitas, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonominasional. Reformasi regulasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dan DPR dalammemastikan sektor keuangan nasional tetap relevan terhadap perkembangan zaman sekaligus responsif terhadap berbagai tantangan baru. Kehadiran UU P2SK yang diperbarui menjadi bukti bahwa agenda reformasi ekonomi terus berjalan secaraberkelanjutan.Dalam konteks pembangunan nasional, sektor keuangan memiliki peran sentral sebagai penghubung antara sumber daya ekonomi dan aktivitas produktif masyarakat. Oleh karena itu, penguatan regulasi menjadi kebutuhan mendesak agar fungsiintermediasi keuangan dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Stabilitas sektorkeuangan yang terjaga akan menciptakan kepercayaan investor, memperluas aksespembiayaan, serta mempercepat perputaran modal di berbagai sektor strategis. Pada akhirnya, kondisi tersebut akan memberikan kontribusi nyata terhadap penciptaanlapangan kerja, peningkatan investasi, dan percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.Selanjutnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini