Daebak! Ternyata Segini Lho Pengeluaran Son Yejin dan Hyun Bin untuk Acara Pernikahannya

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Baru-baru ini terungkap berapa biaya yang dikeluarkan oleh Son Yejin dan Hyun Bin untuk pegelaran pernikahannya. Ternyata totalnya miliaran rupiah lho.

Melansir dari Allkpop, pernikahan Son Yejin dan Hyun Bin telah menelan biaya lebih dari 100 juta won atau sekitar 1,2 miliar rupiah. Menurut laporan media pada 2 April 2022 waktu setempat, biaya ini sudah termasuk sewa gedung hingga gaun pengantin.

Biaya untuk Aston House Weddings dianggap sebagai pernikahan hotel outdoor terbaik dengan merogoh kocek sekitar 472 juta rupiah untuk penyewaan tempatnya. Untuk dekorasi, biayanya sekitar 236 juta rupiah dan setidaknya 118 juta rupiah untuk sekuritas penjaga.

Sedangkan untuk hidangan tamu terdiri delapan menu saja telah menelan biaya sekitar 3,3 juta untuk per orangnya. Lalu untuk dua gaun pengantin Son Yejin telah menelan biaya sekitar 1,1 miliar rupiah.

Sementara itu, ternyata gaun pengantin Son Yejin satu desainer dengan Ariana Grande dan Victoria Beckham lho. Gaunnya pun menjadi perbincangan para penggemar.

Pernikahan Son Yejin dan Hyun Bin telah berlangsung pada 31 Maret 2022. Acaranya berlangsung lancar dan mewah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini