Daebak! Ternyata Segini Lho Pengeluaran Son Yejin dan Hyun Bin untuk Acara Pernikahannya

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Baru-baru ini terungkap berapa biaya yang dikeluarkan oleh Son Yejin dan Hyun Bin untuk pegelaran pernikahannya. Ternyata totalnya miliaran rupiah lho.

Melansir dari Allkpop, pernikahan Son Yejin dan Hyun Bin telah menelan biaya lebih dari 100 juta won atau sekitar 1,2 miliar rupiah. Menurut laporan media pada 2 April 2022 waktu setempat, biaya ini sudah termasuk sewa gedung hingga gaun pengantin.

Biaya untuk Aston House Weddings dianggap sebagai pernikahan hotel outdoor terbaik dengan merogoh kocek sekitar 472 juta rupiah untuk penyewaan tempatnya. Untuk dekorasi, biayanya sekitar 236 juta rupiah dan setidaknya 118 juta rupiah untuk sekuritas penjaga.

Sedangkan untuk hidangan tamu terdiri delapan menu saja telah menelan biaya sekitar 3,3 juta untuk per orangnya. Lalu untuk dua gaun pengantin Son Yejin telah menelan biaya sekitar 1,1 miliar rupiah.

Sementara itu, ternyata gaun pengantin Son Yejin satu desainer dengan Ariana Grande dan Victoria Beckham lho. Gaunnya pun menjadi perbincangan para penggemar.

Pernikahan Son Yejin dan Hyun Bin telah berlangsung pada 31 Maret 2022. Acaranya berlangsung lancar dan mewah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini