Daebak, Member NCT Kuasai 8 Bahasa Asing! Ada yang Bisa Bahasa Indonesia?

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Dihuni 23 member dari sejumlah negara di seluruh dunia, boyband NCT tentu memiliki beragam budaya dan bahasa yang dikemas dalam satu grup. Tentu saja, mereka berbicara dalam banyak bahasa yang berbeda.

Melansir Koreaboo, Sabtu, 19 Maret 2022, berikut delapan bahasa asing yang dikuasai para member NCT. Tapi, apa bahasa Indonesia juga termasuk di dalamnya? Penasaran?

  1. Korea Selatan

Apakah mereka native speaker atau membangun pengetahuan mereka, semua anggota NCT memiliki keterampilan dalam berbicara bahasa Korea untuk berkomunikasi dengan mudah satu sama lain dan menavigasi industri hiburan.

  1. Mandarin

Meskipun WayV adalah unit Cina grup, ketujuh dari mereka bukan satu-satunya anggota NCT yang dapat berbicara bahasa Mandarin. Chenle dan Renjun NCT DREAM juga fasih berbahasa sebagai penutur asli.

  1. Inggris

Sementara banyak anggota NCT memiliki keterampilan yang berbeda dalam berbicara bahasa Inggris, beberapa lebih fasih daripada yang lain. Penutur asli bahasa Inggris di antaranya Mark dan Johnny. Keduanya dapat dengan mudah mengobrol dengan Jaehyun, Yangyang, dan Hendery.

  1. Jepang

Dua member NCT, Yuta dan Shotaro tidak hanya mengobrol satu sama lain dalam bahasa Jepang. Keduanya bahkan membantu anggota lain meningkatkan keterampilan Bahasa Jepang yang sudah mereka miliki, sehingga mereka dengan mudah mempromosikan album mereka di Negeri Sakura.

  1. Kanton

Dengan lahirnya Lucas di Hong Kong, Hendery di Makau, dan Xiaojun di Guangdong, ketiga anggota tersebut berbicara bahasa utama yang sama di wilayah tersebut, ya, Kanton!

  1. Thailand

Member NCT ternyata ada yang berasal dari Thailand lho, Ten! Sehingga bahasa Thailand menjadi mother language Ten. Ia bahkan membuat lagu “Baby Don’t Stop” versi Thailand demi memanjakan penggemar NCT di negara tersebut. Dan meskipun Lucas tidak fasih berbahasa, dia setengah Thailand dan dapat menggunakan frasa percakapan juga.

  1. Jerman

Setelah belajar di luar negeri, yakni di Jerman selama enam tahun, Yangyang memiliki pemahaman yang kuat tentang bahasa Jerman. Native speaker bahkan memuji Yangyang karena memiliki pengucapan Jerman yang sempurna. Yah, meskipun ia mungkin membuat kesalahan sesekali karena masih berkembang.

  1. Wenzhou

Member NCT lainnya, yakni Winwin berbicara apa yang dikatakan sebagai salah satu dialek Cina yang paling sulit untuk dipelajari, bahasa Wenzhou. Ia berbicara dialek ini dengan anggota keluarganya karena jarang digunakan di luar kota Wenzhou, Cina. Bahkan anggota WayV tidak dapat memahami Winwin ketika dia berbicara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Deregulasi dan Kemudahan Berusaha untuk Mendorong Investasi

Oleh : Antonius UtomoMenghadapi tantangan ekonomi global yang kian kompetitif, langkah pemerintah mempercepat deregulasi dan kemudahan berusaha menjadi sebuah keharusan strategis, bukan lagi sekadar pilihan. Gelombang kebijakan baruyang meluncur beberapa bulan terakhir menandai babak baru dalam upaya mendongkrak pertumbuhan ekonominasional. Kendati demikian, efektivitas dari pemangkasan birokrasi ini akan sangat bergantung pada konsistensipengawasan di tingkat daerah, tempat di mana komitmen investasi tersebut benar-benar diuji di lapangan.Langkah deregulasi dinilai menjadi strategi krusial karena hambatan investasi di Indonesia tidak pernah tunggal. Persoalannya tidak hanya berkaitan dengan seberapa besar insentif fiskal yang ditawarkan, tetapi juga menyangkutkompleksitas regulasi dan proses birokrasi yang panjang serta tumpang tindih. Oleh karena itu, pemerintah kinidituntut untuk memastikan bahwa setiap regulasi yang diterbitkan mampu memberikan kepastian hukum yang kokoh, sekaligus mendukung percepatan realisasi investasi di berbagai sektor strategis secara nyata.Aksi nyata dari komitmen ini salah satunya ditunjukkan oleh Kementerian Perdagangan melalui penerbitan aturankembar, yaitu Permendag Nomor 5 dan Nomor 6 Tahun 2026. Regulasi anyar di bidang ekspor ini sengajadiluncurkan untuk mempercepat deregulasi dan memberikan karpet merah bagi kemudahan berusaha, khususnyapada sejumlah komoditas strategis seperti timah, batu bara, serta minyak dan gas bumi.Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa penerbitan kedua Permendag tersebut merupakan bagiandari upaya masif pemerintah dalam menyederhanakan proses ekspor. Melalui aturan ini, pemerintah melakukanrelaksasi terhadap sejumlah ketentuan lama dengan mengurangi dokumen larangan dan pembatasan (lartas), menghapus beberapa kewajiban administratif yang berbelit, serta memangkas hambatan perizinan yang selama inidikeluhkan memperlambat perputaran roda usaha. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak efisiensi industriekspor sekaligus meningkatkan taji pelaku usaha Indonesia di tengah sengitnya dinamika perdagangan global.Namun, menyederhanakan regulasi di tingkat kementerian saja tentu tidak cukup. Menyadari ego sektoral yang sering kali menjadi batu sandungan, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah taktis dengan membentukSatuan Tugas (Satgas) Percepatan Deregulasi. Pembentukan satgas ini dinilai sangat mendesak untuk menyisir dan memangkas berbagai regulasi serta perizinan berusaha yang selama ini dinilai terlalu berlapis dan membingungkaninvestor.Keberadaan satgas deregulasi ini diyakini dapat menjadi jembatan yang memperbaiki arus investasi nasional, dengan catatan, mereka mampu bertindak tegas menghapus aturan yang tidak efektif dan mempercepat jalurkoordinasi horizontal antar-kementerian maupun koordinasi vertikal dengan pemerintah daerah. Dengan birokrasiyang lebih ramping, investor akan memperoleh kepastian hukum dan kepastian waktu yang jauh lebih baik. Imbaspositifnya, minat untuk menanamkan modal di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini