Daebak! ‘Hometown Cha-Cha-Cha’ Masuk 10 Besar Serial Populer Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Serial televisi Korea Selatan, ‘Hometown Cha-Cha-Cha’ masuk 10 besar serial populer dunia. Saat ini mereka ada di peringkat sembilan.

Ini semakin menegaskan populernya serial tv Korea Selatan setelah sebelumnya serial ‘Squid Game’ naik daun.

Serial genre komedi romantis ini ditayangkan di saluran kabel lokal tvN dan secara bersamaan tersedia untuk streaming di Netflix. Berdasarkan perusahaan analisis streaming FlixPatrol, ‘Hometown Cha-Cha-Cha’ ada di urutan kesembilan.

Ini adalah serial Korea Selatan kedua yang masuk posisi 10 besar, sementara ‘Squid Game,’ sebuah karya Netflix asli yang dirilis bulan lalu, tetap berada di puncak selama lebih dari seminggu.

‘Hometown Cha-Cha Cha’ juga menjadi salah satu dari 10 acara Netflix terpopuler di sekitar 20 negara, termasuk Australia, Jepang, dan Indonesia.

Dibintangi oleh Shin Min-a dan Kim Seon-ho, drama ini adalah kisah cinta antara seorang dokter gigi cerdas dari kota besar dan seorang tukang yang tinggal di desa tepi laut. Ini adalah serial TV remake dari film komedi ‘Mr. Handy’ (2004).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini