Cikini dan Rawamangun! Jadi Lokasi Nobar Saturnus 'Dilahap' Bulan Malam Ini

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Woro-woro! Tepat Minggu malam, 8 September 2019, langit Indonesia bakal menyuguhkan fenomena alam antariksa. Fenomena tersebut yakni kemunculan Saturnus di balik Bulan.
Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), fenomena ini disebut sebagai Okultasi Saturnus. Sebuah peristiwa astronomis ketika sebuah benda langit tampak dlintasi benda langit lainnya berdasarkan sudut pandang pengamat.
“Okultasi terjadi ketika objek berukuran relatif lebih besar menutupi atau melintas di depan objek yang berukuran lebih kecil jika diamati dari Bumi,” kata LAPAN di akun Twitter resminya.
Masyarakat pun bisa mengamati secara langsung planet bercincin ini secara bersamaan dengan Bulan, tanpa instrumen tambahan. Nah, untuk menyaksikan kejadian alam ini, ada baiknya kalian mencari posisi kedua objek tersebut di langit.
Kedua benda langit ini cukup mudah dikenali. Artinya, tidak ada kesulitan untuk mencari posisi keduanya. “(Fenomena alam ini) dapat diamati di wilayah Pulau Jawa, Papua, Kalimantan Selatan, dan wilayah di sekitarnya,” kata LAPAN.
Berikut wilayah Indonesia yang bisa nobar detik-detik Okultasi Saturnus malam ini:

Okultasi Saturnus
Okultasi Saturnus

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini