Chris Martin Sakit Infeksi Paru, Coldplay Tunda Konser di Brasil

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Coldplay menunda jadwal konsernya di Brasil. Penundaan dilakukan setelah sang vokalis, Chris Martin, terjangkit infeksi paru-paru.

Kabar pembatalan itu diungkapkan Coldplay di akun Instagram resminya, Selasa 4 Oktober 2022.

“Dengan sangat menyesal, kami terpaksa menunda pertunjukan yang akan datang di Rio de Janeiro dan Sao Paulo hingga awal 2023,” bunyi pernyataan Coldplay.

“Karena infeksi paru-paru yang serius, dokter menginstruksikan Chris secara ketat untuk istirahat selama tiga minggu,” lanjut pernyataan band asal Inggris itu.

Tur dunia Coldplay di Amerika Latin dimulai di Brasil, yakni 12 Oktober di Rio de Janeiro dan 15-22 Oktober di Sao Paulo. Belum diketahui kapan perubahan jadwal untuk konser tersebut.

“Kami akan secepat mungkin membuat jadwal baru dan akan memberikan informasinya dalam beberapa hari ke depan. Bagi semua orang di Brasil yang tak sabar menanti konser ini, kami meminta maaf atas kekecewaan dan ketidaknyamanannya,” katanya.

“Simpan tiket yang sudah dibeli karena tetap berlaku untuk jadwal baru konser. Tapi, kami juga menghormati bagi mereka yang ingin melakukan refund tiket,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini