Chorong Apink Bakal Gugat Teman Masa Kecilnya, Gegara Apa Sih?

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Chorong Apink dikabarkan akan mengajukan gugatan terhadap teman masa kecilnya. Hal ini karena temannya itu telah menyebarkan desas-desus palsu tentang Chorong.

Dilansir dari KoreaBoo, teman yang nama belakangnya terungkap sebagai Kim itu pun membuat PlayM Entertainment mengambil tindakan. Perusahaan mengungkapkan bahwa teman masa kecil itu memiliki perselisihan dengan Chorong di masa muda mereka.

Kim baru-baru ini menghubungi Chorong dan mengancam akan mengeksposnya ke media kecuali dia pensiun dari industri hiburan. Perusahaan menanggapi dengan tindakan hukum setelah Kim menolak untuk bertemu dengan Chorong dan melanjutkan ancaman mereka.

Berikut pernyataan dari pihak agensi:

Halo. Ini PlayM Entertainment. Perusahaan telah mengajukan gugatan dengan bantuan firma hukum pada 1 April 2021 di Kantor Polisi Gangnam. Gugatan tersebut ditujukan kepada Kim yang telah memfitnah artis kami menggunakan rumor palsu, Park Chorong APink, dan percobaan pemaksaan melalui ancaman.

Baru-baru ini, Park Chorong dihubungi dalam bentuk ancaman oleh teman masa kecilnya, Kim. Kim mengancam akan mengekspos Park Chorong, dengan alasan Park Chorong relatif terkenal di kalangan publik, menggunakan informasi palsu tentang dugaan kekerasan dan kehidupan pribadinya. Kim mengancam akan mengekspos Park Chorong ke media kecuali dia secara sukarela pensiun dari industri hiburan.

Park Chorong mengakui bahwa dia dulu dekat dengan Kim, tetapi sesuatu terjadi yang menyebabkan keretakan dalam hubungan mereka. Setelah itu, terjadi pertengkaran dan pertengkaran antara Kim dan teman lainnya. Park Chorong telah meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Selain itu, Park Chorong menjelaskan kebenaran dan membuatnya diketahui bahwa tidak seperti yang diklaim Kim. Untuk menghormati persahabatan dekat mereka di masa kecil mereka, Park Chorong dengan mudah menyetujui permintaan Kim untuk bertemu dan dia melakukan segala upaya untuk membuka percakapan dan berkomunikasi dengan Kim.

Namun, dalam prosesnya, Kim terus-menerus membatalkan pernyataan mereka dan tiba-tiba membatalkan pertemuan mereka. Kim merekam percakapan telepon dengan Park Chorong di mana Chorong dengan tulus meminta maaf dan saat dia bertindak gegabah seperti akan merilis rekaman bersama dengan tuduhan palsu kepada media, Park Chorong telah berada di bawah tekanan mental yang ekstrim. Oleh karena itu kami tidak punya pilihan selain terus menangani ini melalui jalur hukum.

Perusahaan juga telah memeriksa materi yang diperlukan untuk gugatan dan akan mengambil tindakan hukum yang tegas, dengan tuntutan perdata dan pidana atas fitnah dan percobaan pemaksaan.

Kami meminta pengertian Anda yang murah hati karena telah membuat Anda khawatir dengan insiden yang tidak menyenangkan. Kami berterima kasih kepada banyak dari Anda atas dukungan Anda dan kami akan terus melakukan yang terbaik untuk melindungi hak artis kami.

– PlayM Entertainment

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini