Cara Seo Ye Ji Gaet Pria-pria Keren Curi Perhatian Netizen

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Netizen Korea alias K-Netz bertanya-tanya bagaimana Seo Ye Ji mampu memikat begitu banyak pria keren. Netizen pun kembali mengorek-ngorek perilaku masa lalu aktris cantik tersebut.

Seperti diketahui, nama Seo Ye Ji belakangan menjadi perbincangan publik. Outlet media Korea, Dispatch, mengklaim bahwa bahwa Seo Ye Ji ‘mengendalikan’ mantan pacarnya Kim Jung Hyun saat syuting ‘Time’ pada 2018 silam.

Seo Ye Ji merupakan dalang di balik perilaku kasar Kim Jung Hyun kepada Seohyun. Netizen pun kemudian mulai meneliti perilaku masa lalu aktris tersebut untuk mencoba mendapatkan gambaran tentang bagaimana dia dapat memikat pria-pria ini.

Aktris kelahiran 1990 ini banyak dipuji karena kecantikannya yang luar biasa dan diksi yang cocok dengan suaranya yang dalam. Namun, seketika pujian itu berubah menjadi cacian dan nyinyiran karena kontroversinya itu.

Sebuah video di balik layar dari drama populer ‘It’s Okay To Not Be Okay’ menarik perhatian netizen. Seo Ye Ji terlihat sedang bermain-main dan juga melakukan hal-hal yang tidak terduga kepada lawan mainnya Kim Soo Hyun.

Saat sedang berlatih adegan dimana Kim Soo Hyun akan menyentuh rambutnya, Seo Ye Ji tiba-tiba menoleh untuk mencium tangan Kim Soo Hyun. Dalam video lain, Seo Ye Ji dengan santai menyentuh rambut Kim Soo Hyun saat berlatih adegan dan dia juga akan mengatakan hal-hal untuk membuat jantungnya berdebar-debar.

Selama wawancara di mana kedua aktor utama harus memperkenalkan drama, ‘It’s Okay To Be Not Okay,’ Seo Ye Ji ditanya “Apa itu Kang Tae (diperankan oleh Kim Soo Hyun) ke Moon Young (diperankan oleh Seo Ye Ji)?”

Ia kemudian menjawab, “Hatiku?”. Kim Soo Hyun terdiam beberapa saat sambil tersenyum lebar. Begitu juga, ada contoh lain di mana Seo Ye Ji terlihat memesona Kim Soo Hyun dengan aksi hangatnya.

Selain itu, ada contoh lain yang menarik minat netizen di masa lalu. Hal ini terjadi saat wawancara untuk drama ‘Diary of a Night Watchman’ yang juga dibintangi oleh Yunho TVXQ yang dikabarkan pernah pacaran denggannya.

Seo Ye Ji menjelaskan kepada pewawancara bahwa dia dengan dingin mengungkapkan perasaannya terhadap pria yang disukainya. Dia menjelaskan, “Saya pikir saya memiliki pesona androgini, jadi saya memiliki nama panggilan bahwa saya seperti laki-laki.”

Kemudian dia menoleh ke Yunho untuk bertanya, “Kamu tahu kan?”

Seo Ye Ji terus menjelaskan bahwa dia tidak benar-benar naksir siapa pun karena dia akan mengungkapkan perasaannya secara terbuka. Dia berkata, “Saya tidak pernah benar-benar naksir atau cinta bertepuk sebelah tangan. Ketika saya menyukai seseorang, saya dengan acuh tak acuh mengungkapkan perasaan saya.”

Sekali lagi Seo Ye Ji menoleh ke Yunho, “Kamu tahu kan?”.

Netizen berkomentar, “Wow, aku tidak percaya dia akan secara terbuka bertanya pada Yunho, ‘Kamu tahu kan?'” yang lainnya mengatakan, “Aku mendengar bahwa Yunho mulai bertingkah aneh di tengah-tengah syuting. Dia berhenti berbicara dengan anggota staf dan tiba-tiba dia sepertinya mengalami kesulitan. Untung Yunho bisa memutuskan hubungan dengan Seo Ye Ji karena dia agen.”

“Inilah mengapa begitu banyak pria akan jatuh cinta padanya. Dia merayu begitu terbuka,” dan “Wow dia membuatnya begitu mencolok sehingga dia menggoda. Pantas saja pria jatuh cinta padanya.”

https://www.youtube.com/watch?v=NoMacCGhDzo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aparat dan Warga Bersinergi Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Naufal Ghifari Akbar Momentum Idul Fitri selalu menghadirkan lonjakan mobilitas masyarakat yang berimplikasipada meningkatnya potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Dalam konteks ini, kolaborasiantara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi fondasi utama untukmenjaga situasi tetap kondusif. Upaya pengamanan yang terintegrasi tidak hanya memastikankelancaran arus mudik, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankanibadah serta merayakan hari kemenangan bersama keluarga. Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Utara Muhammad Nasir S.Pi. M.M. menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparat yang terlibat dalam pengamanan arus mudik danperayaan Idul Fitri melalui Operasi Ketupat Kayan 2026. Ia menilai dedikasi aparat keamananpatut diapresiasi karena tetap menjalankan tugas menjaga stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat di tengah suasana Lebaran. Dalam pandangannya, pengabdian aparat yang tetapsiaga ketika masyarakat menikmati waktu bersama keluarga merupakan bentuk tanggung jawabbesar yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Menurut Muhammad Nasir, keberhasilan menjaga kondusivitas selama Idul Fitri tidak dapatdilepaskan dari sinergi antara berbagai pihak. Aparat keamanan, pemerintah daerah, sertamasyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan suasana yang aman dantertib. Ia menekankan bahwa tanpa adanya kerja sama yang solid, potensi gangguan keamananakan lebih sulit dikendalikan, terutama di tengah tingginya mobilitas masyarakat saat mudik. Ia juga mengingatkan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik agar mengutamakanaspek keselamatan, khususnya bagi pengguna transportasi laut. Kesadaran untuk menggunakanmoda transportasi yang memiliki izin resmi dan tidak melebihi kapasitas menjadi faktor pentingdalam mencegah terjadinya kecelakaan. Selain itu, kepatuhan terhadap aturan perjalanan sertaarahan petugas di lapangan dinilai sebagai bentuk kontribusi nyata masyarakat dalammendukung kelancaran arus mudik. Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar menyoroti berbagai potensi gangguankeamanan dan ketertiban masyarakat yang kerap muncul saat Idul Fitri. Ia menyebutkansejumlah ancaman seperti peredaran narkoba, penyakit masyarakat, kejahatan jalanan, hinggakejahatan berbasis digital seperti penipuan online. Menurutnya, kompleksitas tantangan tersebutmenuntut adanya sinergi yang kuat antara seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan. Irjen Pol Krisno H Siregar menegaskan bahwa pengamanan Idul Fitri setiap tahun dilaksanakanmelalui Operasi Ketupat yang tidak hanya berfokus pada kelancaran arus mudik, tetapi jugamenjamin masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khidmat. Operasi ini menjadisimbol kesiapsiagaan negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, sekaligusmemastikan seluruh rangkaian ibadah Ramadan hingga Idul Fitri dapat berlangsung dengannyaman. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh Polri dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, mulai dari rapat koordinasi lintas sektoral di tingkat Mabes Polri hingga latihan pra operasi di tingkat daerah. Di Provinsi Jambi, Polda Jambi telah mendirikan puluhan pos pengamanan, pospelayanan, serta pos terpadu yang tersebar di sejumlah titik strategis. Keberadaan pos-postersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat sekaligusmempercepat respons terhadap potensi gangguan keamanan. Di sisi lain, Pemerintah Kota Surabaya juga mengambil langkah konkret dalam memperkuatpengamanan saat Idul Fitri 2026. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M Fiksermenegaskan bahwa keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak. Menurutnya, peran aktif masyarakat menjadi elemen kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dankondusif. M Fikser mengajak masyarakat untuk berani melapor apabila menemukan potensi tindakkriminal, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan barang dan kendaraanpribadi. Partisipasi aktif masyarakat dinilai mampu menjadi garda terdepan dalam mencegahterjadinya tindak kejahatan, terutama di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Pemkot Surabaya terus memperluas pemasangan kamerapengawas atau CCTV di berbagai titik. Keberadaan CCTV tidak hanya membantu proses pengungkapan kasus secara cepat, tetapi juga berfungsi sebagai deterrent effect yang mampumenekan niat pelaku kejahatan. Selain itu, penerapan sistem satu pintu atau one gate system di kawasan permukiman turut diperkuat melalui pembangunan portal lingkungan yang dikoordinasikan bersama pengurus RT dan RW. Pengamanan lingkungan juga didorong melalui pengaktifan kembali sistem keamananlingkungan atau siskamling, terutama saat musim mudik ketika banyak rumah ditinggalkanpemiliknya. Dengan adanya siskamling, masyarakat yang tidak mudik dapat berperan aktifdalam menjaga keamanan lingkungan secara kolektif. Langkah ini menunjukkan bahwakeamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruhelemen masyarakat. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah juga mencatat berbagai keberhasilan dalam memperkuatsistem keamanan dan pelayanan publik, mulai dari peningkatan infrastruktur pengawasanberbasis teknologi, penguatan koordinasi lintas sektoral, hingga peningkatan respons cepatterhadap laporan masyarakat. Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada menurunnya angkakriminalitas di sejumlah daerah, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerjapemerintah dan aparat keamanan. Pada akhirnya, menjaga situasi kondusif selama Idul Fitri bukanlah tugas yang dapatdiselesaikan oleh satu pihak saja. Sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat menjadikunci utama dalam menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan penuh kebersamaan. Momentum Idul Fitri seharusnya menjadi ajang untuk memperkuat solidaritas sosial, bukanjustru membuka celah bagi munculnya gangguan keamanan. Oleh karena itu, partisipasi aktifseluruh elemen masyarakat perlu terus didorong agar tercipta lingkungan yang harmonis dankondusif, sehingga perayaan Idul Fitri dapat dirasakan dengan penuh kedamaian dan keberkahanoleh semua pihak. Pengamat Komunikasi Publik dan Keamanan Sosial
- Advertisement -

Baca berita yang ini