Bisa Meningkatkan Kolesterol, Ini Bahaya Konsumsi Santan Berlebih

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Opor, rendang, ketupat sayur, sudah menjadi makanan khas yang dihilangkan saat lebaran. Makanan tersebut, dibuat menggunakan santan sebagai salah satu bahannya.

Ketika hari raya, konsumsi makanan bersantan akan meningkat karena hampir semua hidangannya mengandung santan. Sedangkan, terlalu banyak makan santan bisa berbahaya untuk kesehatan, loh!

Dilansir dari Halodoc, berikut bahaya konsumsi santan berlebihan bagi kesehatan, simak ya!

1. Meningkatkan tekanan darah

Masalah kesehatan pertama karena makan santanberlebihan adalah hipertensi.

Jumlah santan yang berlebih bisa memicu peningkatan kadar trigliserida, salah satu jenis lemak yang berguna sebagai cadangan energi tubuh.

Kondisi ini akan berdampak pada penyumbatan arteri serta pembuluh darah.

2. Gangguan jantung

Selain hipertensi, resiko lainnya adalah gangguan terhadap jantung . Santan yang dimasak dalam suhu tinggi dan berulang, dapat memicu penumpukan lemak jahat.

3. Meningkatkan kolesterol

Penumpukan lemak jenuh di dalam santan dapat meningkatkan kadar kolesterol. Hal itu disebabkan oleh pemanasan santan yang berulang.

4. Meningkatkan asam lambung

Mengonsumsi santan saat perut kosong dapat meningkatkan asam lambung, loh! Dampaknya, cairan inibisa menyulitkan lambung untuk mencerna makanan lain, sehingga rasa nyeri di lambung gak bisa dihindari.

Reporter: Dinda Nurshinta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini