Bikin Iri! Tim Produksi Ajak Penggemar Nobar Episode Terakhir ‘Extraordinary Attorney Woo’ di CGV Korea

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Sukses besar, tak hanya ajak liburan para aktornya ke Bali, Indonesia. Tim produksi drama ‘Extraordinary Attorney Woo’ juga ajak penggemar nobar episode terkahirnya di bioskop CGV Korea.

Melansir dari Spotv News, acara nobarnya akan diadakan di CGV Yongsan, Seoul. Episode terakhirnya itu akan ditayangkan pada 18 Agustus 2022 pukul 21.00 waktu setempat.

Karena keterbatasan kursi, tim produksi akan mengumumkan detail lebih lanjut bagi penonton yang ingin hadir. Diketahui para aktornya tengah menyesuaikan jadwal mereka agar bisa hadir dalam acara tersebut untuk menyapa penggemarnya di sana.

Melalui acara ini diharapkan menjadi acara khusus bagi pemirsa yang menyukai drama tersebut untuk menikmati episode terakhir di layar lebar teater.

Sementara itu, ‘Extraordinary Attorney Woo’ telah mendapatkan popularitasnya sebagai drama paling banyak ditonton. Dengan peringkat pemirsa yang meroket sampai 15 kali lipat sejak siaran pertamanya ditayangkan.

Dramanya tayang tiap Rabu dan Kamis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini