Biar Uang Belanja Bertambah, Baca Doa Ini Agar Suami Gak Pelit

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Memiliki suami yang baik hati dan setia memang dambaan semua istri di dunia. Terlebih jika sang suami bisa mencukupi kebutuhan istri secara lahir dan batin.

Sebagai Istri memang dituntut untuk selalu bersyukur atas pemberian nafkah dari suami. Sehingga harus belajar untuk merasa cukup atas uang yang didapatkan.

Namun, seiring majunya zaman dan bertambahnya kebutuhan hidup, membuat para istri mau tak mau membutuhkan uang belanja yang lebih. Hal ini membuat para suami harus ekstra kerja lebih keras untuk bisa memenuhi itu semua.

Tapi, ada pula tipe suami yang menuntut sang istri untuk mencukupkan apapun pemberiannya. Bisa jadi hal tersebut terjadi karena masakah ekonomi yang menghimpit, namun bisa juga karena suami memang sedang pelit.

Jika kebutuhan rumah tangga memang bertambah dan sangat mendesakmu membutuhkan uang belanja yang lebih, kamu bisa amalkan doa ini agar rezeki suamimu bertambah dan dirinya dijauhi dari sifat pelit.

Doa agar suami bertanggung jawab atas nafkah istri:

Allahummaf tahlii abwaabal khoiri, wa abwaaba sholaamati, wa abwaabas shihati, wa abwaaban nia’mati, wa abwaaba barokhati, wa abwaabal quwwati, wa abwaabal, mawaddathi, wa abwaabar rohmati, wa abwaabar rizqi, wa abwaabal ‘ilmi, wa abwaabal maghfirothi, wa abwaabal jannati, yaa arhamarroohimiin

“Ya Allah, bukakanlah atas kami pintu kebajikan, pintu berkah, pintu rahmat, pintu kekuatan, pintu rezeki, pintu kesehatan, pintu keselamatan. Karena hanya Engkaulah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”

Bacalah doa diatas sebanyak 3 kali setiap selesai shalat 5 waktu ya. Serta niatkan doa tersebut untuk kebaikan agar hati suami menjadi pemurah dan disadarkan bahwa dia punya tanggung jawab untuk menafkahi istri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini