Bertemu Lagi, Thariq Halilintar Langsung Dipeluk Fujian

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – YouTuber Thariq Haliintar akhirnya bertemu lagi dengan adik mendiang Bibi Ardiansyah, Fujian. Momen pertemuan mereka sontak viral di sosial media.

Rekaman pertemuan Fuji dan Thariq itu diunggah akun TikTok, @perihidupmu. Video itu memperlihatkan sosok Thariq datang menemui Fuji di sebuah tempat makan.

Fuji yang kaget hanya bisa tersipu malu sembari menutupi wajahnya. Tak disangka, Thariq datang membawa hadiah berupa bouquet berisi bunga dan coklat.

Setelahnya, Fuji seolah tak kuasa menahan kerinduannya dengan Thariq. Ia pun bangkit dari duduknya dan memeluk Thariq yang masih berdiri di hadapannya.

Sebelumnya, Thariq dan Fuji dikabarkan jarang bertemu setelah keduanya dijodoh-jodohkan netizen. Terlebih, Tharuq sempat pergi ke Turki dan terpapar Covid-19.

Pertemuan dua sejoli ini pun bikin netizen senyum-senyum. Mereka pun berharap keduanya bisa meresmikan hubungan asmara ke jenjang yang lebih serius.

So sweet ya!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini