Berlangganan Kanal YouTuber Kontroversial, Aktor Ahn Bo Hyun Minta Maaf

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Aktor Ahn Bo Hyun meminta maaf atas kontroversi baru-baru ini. Ia diketahui berlangganan atau menjadi subscriber dari beberapa YouTuber kontroversial.

Pada 20 Juli 2021, aktor Korea itu memposting permintaan maaf di saluran YouTube resminya.Ia menulis, “Pertama, saya ingin meminta maaf atas ketidaknyamanan yang baru-baru ini saya berikan kepada banyak orang karena berita tentang saluran YouTube saya.”

“Ketika saya pertama kali membuka saluran saya ‘Brabohyun’ pada tahun 2019, saya mengelola semua aspek saluran tetapi kemudian pada paruh kedua tahun 2020, seorang pengelola halaman bertanggung jawab untuk mengedit video dan mengunggahnya,” lanjut dia.

Ahn Bo Hyun menjelaskan, “Saya mendengar bahwa manajer melakukan kesalahan dan saya menulis ini setelah memeriksa faktanya.”

“Ini sepenuhnya salahku karena aku tidak dapat memberikan perhatian yang detail dan mengelola saluran ‘Brabohyun’ yang aku mulai. Aku minta maaf karena menyebabkan ketidaknyamanan bagi mereka yang telah mengawasiku dan mendukungku,” kata dia.

Sebelumnya, aktor tersebut mendapat kecaman karena terungkap bahwa ia berlangganan saluran kontroversial seperti PPKKa dan Kim Yong Ho. Ahn Bo Hyun telah mengupdate penggemarnya tentang kehidupan sehari-hari dan hobinya, seperti berkemah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini