Berapa Kebutuhan Masker Setiap Bulannya?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tiara Sopyani, mahasiswi Universitas Nasional Jakarta harus mulai mengatur uang jajan setiap bulannya. Ia harus menyisihkan anggaran sekitar Rp 100-200 ribu untuk membeli masker yang sedang tren. Dulu, anggaran itu digunakannya untuk membeli baju atau celana. Tiara pun rajin berselancar di berbagai aplikasi belanja melihat model-model masker yang unik, lucu dan tentunya sedang tren.

Survei iPrice menyebutkan tren pencarian masker melalui laman Google di Indonesia melonjak sejak Januari 2020. Data Google Trends, pencarian masker mulut di Indonesia terbilang statis pada awal Januari hingga Agustus 2020. Tren pencarian masker melalui Google dan beberapa e-commerce di Indonesia terus menanjak.

Masker memang merupakan kebutuhan utama di era pandemi virus COVID-19 ini. Saat ini di di pasaran terdapat 3 jenis masker, masker kain, masker bedah, dan masker N95.

Kebutuhan masker seseorang dilihat dari bahan masker yang digunakan dan aktifitas orang tersebut. Masker medis merupakan masker sekali pakai. Biasanya tim medis atau orang-orang yang rentan dengan virus ini menggunakannya sekali pakai selama satu bulan penuh. Jadi bisa dihitung berapa pengeluaran penggunaan masker medis ini kalau harganya sekitar Rp 5 ribu sampai 50 ribu rupiah perbuah.

Berbeda jika kita menggunakan masker kain. Namun harus diingat, masker kain meski penggunaannya panjang karena bisa dicuci namun tetap tidak boleh digunakan bersama-sama. ”Untuk penggunaan masker yang penting ditekankan adalah satu masker hanya dapat digunakan oleh satu orang saja dan tidak boleh dipakai bergantian dengan orang lain,” ujar dr Rendy Harindraputra, dokter umum Klinik Pelni Kalibata City kepada Mata Indonesia.

Dr Rendy menekankan yang terpenting dalam penggunaan masker non medis adalah bisa menjaga kebersihan masker tersebut dan tidak menghilangkan fungsinya sebagai pelindung dari virus berbahaya. ”Setiap orang minimal harus punya 2 masker, 1 yang dipakai untuk harian dan 1 lagi cadangan yang bisa dipakai sewaktu-waktu. Karena semua masker harus diganti jika basah atau terlihat kotor. Buang masker atau simpan masker di kantong yang dapat ditutup rapat sampai masker dapat dicuci/dibersihkan” katanya.

Reporter: Hani Deliani

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini