Beneran Konser Justin Bieber Pindah ke Venue Kecil Gegara Tiketnya Gak Laku?

Baca Juga

MATA INDONESIA, TEXAS – Justin Bieber dikabarkan membatalkan konsernya yang akan digelar dengan skala stadion. Konser tetap akan berlangsung namun pindah ke venue yang lebih kecil.

Ada tiga jadwal yang lokasi konsernya dipindahkan, yaitu Texas, Ohio dan Michigan. Kabar itu disampaikan oleh pengurus lokasi.

“Karena kondisi yang tidak terduga, konser @justinbieber di Stadion AT&T pada 27 Juni dipindahkan ke America Airlines Center pada Minggu, 28 Juni,” bunyi keterangan tersebut.

Menurut kabar yang beredar, pembatalan konser dalam skala stadion itu lantaran tiket yang dijual tidak laku. Oleh karena itu, lokasi konser dipindah ke arena yang lebih kecil.

Namun sumber lain mengatakan hal tersebut dilakukan Bieber lantaran kekhawatirannya terhadap wabah virus corona. Penyanyi 26 tahun asal Kanada itu memutuskan menurunkan skala konsernya di sejumlah kota sebagai langkah antisipasi.

Diketahui, sepanjang musim panas mendatang, Bieber sudah menjadwalkan tur musik untuk promosi album barunya yang bertajuk ‘Changes’. Dia merancang pertunjukan berskala besar di sejumlah kota, yang akan digelar di stadion setempat.

Laman TMZ melaporkan, pelantun lagu “Yummy” tersebut berubah pikiran. Bieber batal memperbesar konser berskala stadion di sejumlah kota Amerika Serikat, tepatnya di Cleveland, Detroit, Arlington, Columbus, dan Nashville.

Konser kota-kota tersebut tidak dibatalkan atau ditunda, tetapi diturunkan skalanya dengan memindahkan lokasi ke skala arena. Otomatis, kapasitas penonton konser mengalami pengurangan jumlah hingga setengahnya.

Pengumuman relokasi tersebut disampaikan kepada penggemar Jumat 6 Maret 2020 lalu. Sumber dekat Bieber mengatakan, kabar mengenai wabah corona juga berdampak pada tingkat penjualan tiket yang melambat di sejumlah pasar.

Bieber bukan satu-satunya musisi yang terdampak corona di AS. Sejumlah festival musik pun batal digelar, seperti Ultra Music Festival yang seharusnya berlangsung di Miami dan South by Southwest (SXSW) yang dijadwalkan pekan ini di Austin, Texas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini