Batalkan Tur Dunianya Lagi, Penggemar Pertanyakan Nasib Konser Justin Bieber di Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Justin Bieber menyatakan dirinya kembali memutuskan untuk istirahat dari kegiatan turnya. Ia mengumumkan penundaan konsernya itu melalui Instagram pada 6 September 2022 waktu setempat.

Penundaan ini dikarenakan Justin dilaporkan masih belum sembuh total dari penyakit yang diidapnya, yakni sindrom Ramsay Hunt. Dia didagnosis sejak Juni 2022.

Sedangkan jadwal konser ‘Justice World Tour’-nya masih ada 70 agenda lagi sampai 23 Maret 2023, termasuk Indonesia.

Banyak penggemar yang bersedih akan kabar tersebut. Bahkan tak sedikit pula penggemar Indonesia mempertanyakan nasib konsernya di Indonesia.

“Ketar ketir,” komentar netizen.

“Ini ditunda, bukan dibatalin.”

“Just refund me my money.”

“Mana udah beli semua tiket semuanyaa,” kata netizen lainnya.

Sementara itu, Justin Bieber masih belum mengumumkan penjadwalan ulang untuk sisa turnya. Sedangkan Indonesia mendapatkan jadwal pada 2 dan 3 November 2022 mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini