Banjir Mulai Mengancam, Waspadai Lima Penyakit Ini

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Banjir mulai merendam beberapa wilayah di DKI Jakarta. Mulai dari Kelurahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta selatan, hingga Cililitan Jakarta Timur. Ketinggian air bahkan mencapai 3,7 meter.

Banjir juga memaksa sejumlah warga untuk mengungsi. Kondisi di pengungsian dengan segala keterbatasannya bisa menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah terserang penyakit.

Nah, berikut beberapa penyakit yang perlu di waspadai dan kerap menyerang saat banjir maupun sesudahnya.

1. ISPA

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan keluhan umum yang banyak dijumpai dalam keseharian. Kondisi dingin dan lembab saat banjir akan meningkatkan risiko infeksi karena daya tahan tubuh cenderung menurun.

2. Diare

Di pengungsian, dapur umum merupakan salah satu titik rawan penularan infeksi. Bila tidak dikelola dengan baik, makanan bisa terkontaminasi kuman yang mengganggu pencernaan. Demikian juga saat menyantapnya, terbatasnya air bersih untuk cuci tangan juga bisa menyebabkan diare.

3. Infeksi jamur kulit

Kaki yang selalu lembab dan terpapar air kotor rawan jadi sarang pertumbuhan jamur. Bila tidak rajin dibersihkan, maka sangat mungkin terjadi infeksi.

4. Kekambuhan penyakit

Jadwal minum obat pada pengidap penyakit kronis, seperti hipertensi dan kencing manis, sangat mungkin terganggu saat berada di pengungsian. Stok obat yang habis atau tertinggal di rumah, sebagai contoh, bisa membuat kondisi tubuh sulit dikontrol lalu memicu kekambuhan.

5. Leptospirosis

Disebut juga penyakit kencing tikus, biasanya muncul seusai banjir ketika air mulai surut. Tikus-tikus yang juga kehilangan sarang karena banjir berkeliaran dan menularkan infeksi lewat kencingnya yang mencemari sumber-sumber air.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini