Bangganya Cinta Laura Pidato di Gedung MPR RI

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Cinta Laura Kiehl mendapatkan undangan pidato di Gedung MPR RI memperingati hari lahir Pancasila. Artis blasteran Jerman itu merasa terhormat dan bangga.

Cinta mengungkapkan perasaannya via postingan di Instagram. Dia benar-benar bangga dan terhormat menjadi satu-satunya perempuan yang hadir mewakili generasi muda.

“Sungguh sebuah kehormatan untuk dapat memberikan pidato di depan banyak orang yang saya hormati di Gedung MPR kemarin. Sebagai satu-satunya perempuan yang mewakili generasi muda, saya diberikan kesempatan untuk berdiskusi dengan para Doctor Filsafat mengenai esensi dari ideologi negara kita, PANCASILA,” tulis Cinta.

“Bagi saya, yang dibutuhkan bagi kemajuan bangsa ini adalah untuk membangkitkan kembali rasa bangga dan memiliki terhadap Indonesia dari setiap individu, setiap kelompok, semua penduduk, siapa pun mereka,” katanya.

Menurut Cinta, persatuan dan Bhinneka Tunggal Ika bisa membuat bangsa Indonesia semakin kuat.

“Karena tanpa persatuan yang kuat atas dasar Bhinneka Tunggal Ika, tidak akan ada permusyawaratan yang benar-benar mewakili rakyat dan mengutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” ucapnya.

“Menjadi contoh dunia akan bangsa yang benar-benar peduli kemanusiaan dan kesejahteraan rakyatnya. Menjadikan PANCASILA sebuah ideologi yang mempengaruhi evolusi dunia,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini