Band Geisha Ganti Vokalis Tanpa Sepengetahuan Momo, Widi Vierratale: lo Tampar Mereka Dengan…

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar posisi band Geisha diganti sempat menjadi sorotan. Hal itu karena Momo yang merupakan vokalis sebelumnya mengaku tidak mengetahuinya.

Momo merasa tidak pernah diberi tahu oleh anggota band lain perihal keputusan pergantian posisi vokalis tersebut.

Baru-baru ini, Momo mencurahkan isi hatinya kepada Widi Vierratale saat berbincang-bincang santai pada kanal YouTube-nya.

Ia mengaku bahwa selama ini dirinya merasa kurang dirangkul saat menjadi personel wanita satu-satunya di dalam band Geisha.

Mendengar hal itu Widi Vierratale mengaku masih lebih beruntung karena sama menjadi personel wanita satu-satunya di dalam band Vierratale.

Widi pun secara terang-terangan heran mendengar kabar band Geisha yang tiba-tiba ganti vokalis tanpa sepengetahuan Momo.

“Tahu-tahu itu dari lu. Gua dengar beritanya dari itu, itu nggak jelas. Elu nggak tahu apa-apa kan, tahu-tahu mereka ada keputusan sendiri kan,” ucap Widi.

Widi pun mengumpakan jika ia berada di posisi Momo, maka dirinya akan mempertanyakan kepada anggota band-nya, dan mengingatkan akan jadi apa nasib mereka tanpa dirinya.

“Kalau gua udah gua bom lah itu, gua kayak ‘lu kalo gak ada gua lu jadi apa?’ lu harusnya gituin Mo mereka,” tegasnya.

“Sekarang mereka jadi apa? Apa-apa, jadi apa doing. Yaudah lo tampar mereka dengan kesuksesan lo sendiri udah,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini