Dubes RI untuk Inggris: Ratu Elizabeth Sosok Penting Penguatan Persahabatan Indonesia-Inggris

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya turut berduka atas meninggalnya Ratu Elizabeth II. Dia menyebut, Ratu Elizabeth II merupakan sosok penting penguatan persahabatan Indonesia dan Inggris.

Ratu Elizabeth meninggal dunia di usia 96 tahun di Balmoral. Sebelumnya, Ratu Elizabeth II berada di bawah pengawasan medis dokter istana karena khawatir dengan kesehatan Ratu Elizabeth II.

Posisi Ratu Elizabeth II sebagai pemegang takhta kerajaan Inggris diteruskan putranya, Pangeran Charles yang kini menjabat Raja Charles III. Sementara itu, gelar Prince of Wales yang dulu disandang Charles, kini dimiliki Pangeran William.

“Duka teramat mendalam mendengar kabar wafatnya Baginda Ratu Elizabeth II hari ini (8/9). Beliau adalah Ratu yang dicintai rakyatnya, pemimpin yang dihormati, dan juga individu yang sangat hangat dan juga humoris,” tulis Desra Percaya di akun Instagram pribadinya.

“Sosok penting dalam penguatan persahabatan Indonesia-Inggris. May she rest in peace,” katanya.

Indonesia dan Inggris sudah menjalin hubungan diplomatik selama 73 tahun. Beberapa kerja sama di antara kedua negara meliputi ekonomi dan perdagangan, pendidikan, penganggulangan terorisme hingga perubahan iklim.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini