Awkarin Kena Somasi, Kenapa Ya?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini Awkarin kena somasi produk kecantikkan yang diendorse olehnya. Diduga selebgram ini telah melanggar perjanjian yang telah disepakati sebelumnya.

Pihak PT Glagidsys Medika mengatakan bahwa Karin Novilda alias Awkarin telah melakukan somasi secara lisan. Pasalnya, ia diharuskan untuk menjual produk sebanyak 20.000 item atau sekitar 1.600 buah per bulan.

Sedangkan, masa kontraknya dengan produk kecantikan ini berjalan selama 14 bulan. Namun nyatanya, selama 10 bulan berjalannya kontrak, Awkarin baru menjual 51 produk aja.

Sementara itu, semua produk-produknya hampir kadaluarsa disisa kontraknya. Sontak hal ini jadi ramai diperbincangkan warganet karena Awkarin kurang professional.

“Enggak bisa suka-suka hati, karena setiap produk ada kadaluarsanya. Perjanjian kontrak itu adalah 20.000 (produk) untuk jangka waktu 14 bulan maksimal. Kalau dihitung atau dibagi 12 sampai 14 bulan, maka kewajiban hukum Awkarin 1.600 perbulan,” jelas Razman Arif Nasution selaku kuasa hukum PT. Glagidsys Medika.

Ia juga mengatakan bahwa kliennya ini, Awkarin, berpotensi akan mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Karena menurut penjelasannya, mereka telah memberikan jumlah royalti yang gak sedikit.

Saat ini pihak endorsement masih menghubungi Karin untuk mengambil jalan tengah secara kekeluargaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Akselerasi Pembangunan Papua untuk Keadilan yang Merata

Oleh: Andreas Wakerkwa)*Upaya akselerasi pembangunan di Papua terus menjadi prioritas strategispemerintah dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN), pembangunan di wilayah Papua tidak lagi dipandang semata sebagai proyek infrastruktur, melainkansebagai langkah komprehensif yang bertujuan menciptakan kesejahteraan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini menempatkan masyarakatsebagai pusat pembangunan, sehingga setiap kebijakan yang dijalankan diharapkanmampu menjawab kebutuhan riil masyarakat setempat.Ketua Lembaga Pengembangan Generasi Papua (Lempeng Papua), Pastor Catto Y. Mauri, S.Th., mengatakan bahwa PSN merupakan fondasi penting dalammendorong transformasi pembangunan di Papua. Ia memandang bahwapembangunan yang tengah berlangsung bukan sekadar pembangunan fisik sepertijalan, jembatan, atau fasilitas publik lainnya, melainkan bagian dari upaya besaruntuk membuka akses, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat daya saingmasyarakat Papua di berbagai sektor.Menurutnya, pembangunan yang inklusif harus melibatkan partisipasi aktif seluruhelemen masyarakat. Oleh karena itu, dukungan kolektif menjadi kunci keberhasilanimplementasi PSN di Papua. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat lokal diyakini mampu mempercepat tercapainya tujuanpembangunan yang berkeadilan. Dalam konteks ini, masyarakat tidak hanyamenjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang memiliki peran strategis dalammenentukan arah dan keberhasilan program.Lebih lanjut,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini