Awas, Kebiasaan Buruk Ini Dapat Merusak Kulit Wajah!

Baca Juga
MATA INDONESIA, JAKARTA – Banyak orang, khususnya kaum perempuan mendambakan kulit yang mulus, lembut, bersinar, sehat, dan bebas jerawat. Sebab hal itu dapat memancarkan kecantikan dan meningkatkan rasa percaya diri.
Untuk mewujudkan hal tersebut, berbagai upaya dilakukan, seperti melakukan perawatan demi melindungi dan terhindar dari kerusakan. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ada beberapa kebiasaan buruk yang dapat merusak kulit wajah? Dan kebiasaan ini mungkin tanpa sadar Anda lakukan.
Radikal bebas, polusi, dan paparan sinar UV, sudah dikenal luas dapat merusak kulit wajah. Namun, kerusakan kulit tidak hanya disebabkan oleh faktor lingkungan saja ya, ada beberapa kebiasaan buruk yang tanpa sadar kita lakukan, sehingga merusak kulit wajah kita.
Melansir Times of India, berikut kebiasaan buruk yang dapat merusak kulit wajah cantikmu.
Junk Food
Hati-hati ya, karena mengkonsumsi junk food secara berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat dan menyebabkan kadar insuling meningkat. Dan secara tidak langsung konsumsi junk food dapat menyebabkan timbulnya jerawat di wajah lho!
Merokok
Merokok tidak hanya mengurangi aliran darah di kulit, tetapi juga membuat Anda rentan terhadap paparan racun langsung pada kulit dan darah.
Mandi air panas
Mandi dengan air panas memang dapat membuat tubuh Anda rileks, setelah melakoni hari yang panjang lagi melelahkan. Tapi tahukah Anda, mandi dengan air panas juga dapat merusak kulit wajah lho! So, jangan terlalu sering ya.
Minuman berakohol
Terlepas dari tampilan kusam akibat terlalu banyak minum minuman berakohol, hal itu juga dapat membuat kulit dehidrasi dan menghilangkan kandungan minyak alaminya.
Menggunakan kuas rias kotor
Bukannya membuat cantik, kulit kita justru akan menjadi imbas dari kuas rias yang kotor. Oleh karena itu, penting sekali untuk membersihkan kuas makeup Anda. Sebab kuas rias yang kotor dapat menyebabkan infeksi bakteri dan terkena jerawat.
Kurang tidur
Anda juga harus memperhatikan waktu tidur Anda ya. Kurang tidur dapat memicu stress yang akhirnya menyebabkan kondisi kulit berjerawat, bahkan psoriasis – kondisi ketika sel-sel kulit menumpuk dan menghasilkan bercak bersisik yang gatal dan kering, hal ini dipicu oleh stress.
Memencet jerawat
Kadang kita suka iseng ketika ada jerawat tumbuh di bagian wajah. Padahal memencet jerawatn dapat mendoronya lebih dalam ke kulit lho! Di mana bakteri masuk ke dalam pori-pori yang kemudian menyebabkan infeksi. Bahkan kondisi jerawat Anda bisa lebih parah.
Obrolan telepon yang konstan
Sebuah penelitian menunjukkan bagaimana menyandarkan pipi ke ponsel dapat menyebabkan munculnya jerawat, terlepas dari apakah ponsel Anda bersih dan bebas bakteri atau tidak.
Tidur dengan riasan yang masih menempel
Lelah akibat kerja seharian membuat kaum perempuan lupa untuk membersihkan wajahnya, kadangkala kita bahkan terbiasa dengan hal tersebut. Tapi tahukah Anda, tidur dengan riasan dapat menyumbat pori-pori Anda. So, usahakan untuk membersihkan wajah Anda dari berbagai riasan sebelum Anda tidur ya!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Langkah Koordinatif Ditempuh Untuk Jaga Stabilitas Rupiah

*) Oleh: Dinda ParamitaNilai tukar rupiah selalu menjadi salah satu indikator yang paling sensitif terhadapperubahan kondisi ekonomi global. Ketika ketidakpastian meningkat akibat gejolakgeopolitik, kebijakan moneter negara maju, maupun pergeseran arus modal internasional, tekanan terhadap mata uang negara berkembang hampir tidakterhindarkan. Dalam konteks tersebut, langkah cepat dan terkoordinasi yang dilakukan pemerintah bersama otoritas ekonomi menjadi faktor penting untuk menjagastabilitas dan membangun kepercayaan pasar. Karena itu, berbagai kebijakan yang saat ini ditempuh menunjukkan bahwa Indonesia tidak tinggal diam menghadapitantangan eksternal yang terus berkembang.Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwapemerintah telah mengidentifikasi tekanan utama terhadap rupiah berasal daridinamika aliran modal global. Pelemahan nilai tukar bukan semata-mata dipengaruhifaktor domestik, melainkan juga merupakan konsekuensi dari perubahan perilakuinvestor internasional yang cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih amandi tengah ketidakpastian dunia. Oleh sebab itu, kesepakatan koordinatif antarapemerintah, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan untuk meredam capital outflow menjadi langkah tepat. Sinergi antarlembaga menjadi fondasi penting agar respons kebijakan berjalan efektif dan tidak bergerak sendiri-sendiri.Koordinasi tersebut mencerminkan kematangan tata kelola ekonomi nasional dalammenghadapi tekanan pasar. Pengalaman berbagai krisis sebelumnya menunjukkanbahwa stabilitas ekonomi tidak dapat dijaga hanya dengan satu instrumen kebijakan. Dibutuhkan harmonisasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar mampu menciptakan efek penguatan yang saling melengkapi. Dalam situasi saat ini, langkah pemerintah memperkuat koordinasi justru mengirimkan sinyal positif bahwapengambil kebijakan memiliki kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitasekonomi nasional.Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa arusmasuk dana asing mulai terlihat di pasar domestik. Indikasi tersebut menjadi kabarbaik karena menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih memilikidaya tarik di mata investor...
- Advertisement -

Baca berita yang ini