Anya Geraldine akan Bintangi Film Baru, Jadi Psikopat?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aktris asal Indonesia, Anya Geraldine, belum lama ini buat kehebihan di media sosial, terutama di Instagram. Pasalnya, ia membagikan beberapa fotonya saat tengah syuting film baru yang akan datang.

Foto itu diunggahnya melalui akun Instagram pribadinya. Foto-fotonya yang berlumuran darah sukses menarik perhatian netizen.

“Memperkenalkan Dara. Jangan uji kesabarannya, janganlah. #UpcomingMovie #ComingSoon,” tulisnya dalam bahasa Inggris.

Dalam fotonya itu, Anya tampak tengah mengenakan gaun sambil memegang pisau. Selain itu, bagian atas tubuhnya juga dipenuhi oleh cipratan darah.

 Judul film ini masih dirahasiakan. Namun diperkirakan film ini akan bergenre thriller dan Anya akan berperan sebagai karakter yang bernama Dara.

Dari jadi seorang pelakor, kini tampaknya Anya akan berperan layaknya seorang psikopat. Akan tetapi, plot dan sinopsis ceritanya juga masih dirahasiakan.

Sontak unggahannya itu mendapat beragam reaksi dari netizen. Banyak diantaranya yang memuji kemampuan aktingnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini