Anda Penyuka Pedas? Kabar Baik Makanan Tersebut Bisa Kurangi Penyakit Jantung

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kabar baik bagi Anda yang suka dengan makanan pedas seperti cabai dan sejenisnya. Berdasarkan studi terbaru, bahwa cabai memiliki manfaat mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung.

Dipublikasi dalam jurnal American College of Cardiology, para peneliti dari Italia melakukan studi data membandingkan risiko kematian di antara 23 ribu orang. Sebagian suka mengonsumsi makanan pedas dan sebagian lain tidak.

Hasilnya setelah mempertimbangkan berbagai faktor ditemukan mereka yang mengonsumsi makanan pedas risiko kematian karena penyakit jantungnya berkurang sekitar 40 persen dibandingkan mereka yang tidak. Sementara untuk risiko kematian karena stroke ada pengurangan sekitar 50 persen.

“Menariknya adalah fakta bahwa risiko kematian ini terbebas dari pola makan apa yang dilakukan orang-orang,” ujar pemimpin studi Marialaura Bonaccio.

Jadi artinya seseorang bisa saja mengikuti diet Mediterania yang sehat, orang lain diet yang lebih kurang sehat, namun untuk semuanya cabai jadi faktor penting demi mendapatkan manfaat perlindungan kesehatan.

Saat ini peneliti akan melanjutkan studinya, mengungkap mekanisme pasti bagaimana cabai bisa bermanfaat untuk kesehatan.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini