Anaknya Tersandung Masalah Bertubi-tubi, Ibunda Rachel Vennya Posting Ini di IG

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nama Rachel Vennya masih menjadi buah bibir warganet. Kini, influencer tanah air itu kembali berurusan dengan kepolisian terkait pelat nomor pejabat yang ia gunakan.

Seolah tak henti-henti, ibunda Rachel, Vien Tasman memberi dukungan untuk sang putri. Terbaru, Vien mengunggah ceramah dari Ustaz Abdul Somad.

“Jangan bersedih ketika dibunuh karaktermu. Jangan berduka cita ketika tidak ada manusia yang menerimamu,” ucap Ustaz Abdul Somad dalam video tersebut.

Dalam video itu, UAS juga mengatakan bahwa banyaknya masalah merupakan cara Tuhan untuk mengangkat derajat hambanya.

“Karena sesungguhnya itu hanyalah cara Allah menguatkan hatimu, karena dia ingin mengangkat derajatmu, menempatkan di tempat yang terpuji. Memperlihatkanmu sesuatu yang tidak pernah dia perlihatkan kepada manusia yang lain,” katanya.

Alhasil, unggahan Vien ini mengundang reaksi para sahabat. Mereka saling memberikan semangat atas apa yang sedang dialami Vien dan Rachel.

Meski begitu, Vien masih membatasi kolom komentar di postingan tersebut.

Sementara itu, Rachel Vennya masih menjalani proses hukum terkait dirinya yang kabur karantina usai pulang dari Amerika Serikat. Rachel juga kembali tersandung masalah, soal pelat nomor RFS yang diduga disalahgunakan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini