Aktor ‘Harry Potter and the Half-Blood Prince’ Paul Ritter Meninggal Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Aktor Paul Ritter meninggal dunia di usia 54 tahun karena tumor otak. Ucapan belasungkawa diungkapkan beberapa rekan sejawat.

Ritter, yang berperan sebagai ayah Martin Goodman di acara komedi Friday Nigth Dinner channel 4, sudah cukup lama berjuang melawan penyakit tumor otak.

Selain di ‘Harry Potter and the Half-Blood Prince’, Ritter juga pernah main di film James Bond ‘Quantum of Solace’ dan beberapa serial televisi seperti ‘Vera’, ‘Belgravia’, ‘Cold Feet’, dan ‘No Offence’.

Kreator ‘Friday Night Dinner’, Robert Popper menyebut Ritter sebagai sosl cerdas, lucu, pintar, dan baik hati.

“Dia juga sosok yang langka. Dia punya sentuhan yang membuat orang mudah berteman dengannya. Saat syuting, Ritter pendiam dan dia selalu fokus. Setelah syuting dimulai, semua energi keluar dari dalam dirinya. Itu sangat luar biasa,” kata Popper, dikutip dari BBC, Rabu 7 April 2021.

“Saya rasa dia tidak pernah melakukan kesalahan dalam syuting. Dia sangat profesional dan sosok yang menyenangkan,” ujarnya.

Dalam pernyataan resminya, produser ‘Friday Night Dinner’ turut berduka cita dan kehilangan sosok yang luar biasa.

“Dia sosok luar biasa, baik, dan berbakat. Dia disukai banyak orang terutama yang bekerja sama dengannya. Ritter takkan pernah dilupakan dan selalu menjadi bagian keluarga Friday Night Dinner,” bunyi pernyataan Big Talk, produser Friday Night Dinner.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Beasiswa Otsus, Jembatan Emas Generasi Papua Menuju Masa Depan Gemilang

Oleh : Natael Pigai )* Beasiswa Otonomi Khusus menjadi salah satu instrumen strategis dalam membangunmasa depan Papua yang lebih cerah dan berdaya saing. Di tengah tantangangeografis, keterbatasan infrastruktur, dan kesenjangan akses pendidikan yang masihdirasakan di sejumlah wilayah, kehadiran beasiswa Otsus menjadi jembatan emas yang menghubungkan generasi muda Papua dengan kesempatan belajar yang lebih luas. Program ini tidak sekadar bantuan finansial, melainkan investasi jangka panjang untukmencetak sumber daya manusia Papua yang unggul, percaya diri, dan mampuberkontribusi nyata bagi kemajuan daerahnya. Esensi utama dari Otsus di bidang pendidikan adalah afirmasi yang berpihak pada Orang Asli Papua agar memperoleh peluang setara dengan daerah lain. Melaluibeasiswa Otsus, banyak pelajar Papua mendapat akses ke perguruan tinggi berkualitasdi dalam dan luar negeri. Kesempatan tersebut memperluas wawasan, membentukkarakter kepemimpinan, serta menumbuhkan jejaring global yang kelak bermanfaatbagi pembangunan Papua. Pendidikan menjadi jalur strategis untuk memutus rantaikemiskinan struktural sekaligus membuka mobilitas sosial yang lebih luas. Kisah para penerima beasiswa Otsus memperlihatkan dampak konkret dari kebijakanini. Cecilia Novani Mehue merupakan salah satu contoh bagaimana program afirmasipendidikan mampu mengubah arah hidup generasi muda Papua. Dengan latarbelakang keluarga sederhana, ia menempuh pendidikan sarjana dan magister di Amerika Serikat selama bertahun-tahun melalui dukungan beasiswa Otsus....
- Advertisement -

Baca berita yang ini