Beri Ucapan Duka Nyeleneh untuk Laura Anna, Adhisty Zara Panen Hujatan, Netizen: Gak Etis

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Lagi-lagi Adhisty Zara kembali jadi sorotan warganet. Baru-baru ini ia mengucapkan belasungkawa untuk influencer Indonesia, Laura Ana.

Namun yang mencuri perhatian publik ialah isi ucapan belasungkawanya yang gak logis bagi warganet. Mereka menganggap kata-katanya ngawur dan gak logis.

Selain itu juga beberapa dari netizen beranggapan bahwa kata-kata yang terselipkan dalam unggahan Instagram Stories Zara disebut gak etis untuk orang yang sedang berduka.

Dalam unggahannya, ia menyisipkan foto lama Laura dan menuliskan kata. Ia menulis, “Rest In Peace Lora sayang… sekarang kamu udah gak sakit lagi! Nanti kita joget bareng lagi… Makasih ya kamu selalu semangatin aku lau.”

Namun kini unggahan tersebut telah dihapus oleh Zara dan menggantinya dengan unggahan lain. Sontak warganet jadi membicarakannya di Twitter hingga menjadi trending topic.

Beragam reaksi netizen menanggapi postingan Zara tersebut. Berikut beberapa komentar netizen terkait postingan Zara.

Setelah tau namanya jadi bahan perbincangan warganet, Zara pun kembali mengunggah foto dengan menuliskan kata-kata.

“Gara-gara gue salah ngetik ya, gara-gara gue lagi bingung harus berkata-kata apa, harus banget bikin nama gue jelek lagi… memang netizen yang paling benerr siaaap,” tulisnya.

Sementara itu, Laura Anna baru aja meninggal dunia pada hari ini, Rabu 15 Desember 2021 pukul 09.22 WIB. Namun sampai saat ini belum ada keterangan lebih lanjut terkait penyebab meninggalnya Laura.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini