Ada Tas Unik untuk Bawa Ikan Peliharaan Jalan-jalan, Berminat?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebuah perusahaan Jepang mengerjakan tas unik seperti wadah untuk ikan hidup. Tas ini dikenal dengan sebutan “katsugyo bag”.

Tangki ikan portabel ini berbentuk seperti tabung panjang dengan bagian tengah yang transparan, pegangan dan pengukur dapat memantau saturasi oksigen di dalam air. Tas ini diklaim cocok untuk pemilik hewan peliharaan yang ingin berjalan-jalan dengan ikan favorit mereka dan penggemar sashimi segar.

Dilansir dari Oddity Central, tas ini sedang dikembangkan oleh Ma Corporation dan bertujuan untuk menjadi alternatif yang lebih elegan. Tas ini tentunya lebih efisien dan ramah lingkungan dari kantong plastik tua berisi air.

Tas katsugyo saat ini masih dalam pengembangan. Penemunya saat ini sedang menguji perangkat tersebut dengan berbagai ikan yang dapat dimakan dan mendokumentasikan setiap percobaan di Instagram.

 

Melihat-lihat foto dan video tangki ikan portabel yang diunggah ke Instagram sejak Oktober tahun lalu, produk unik tersebut telah berkembang. Kini tas tersebut dilengkapi dengan pengukur oksigen dan tempat makan ditambahkan di versi yang lebih baru.

Perbaikan pada kantung katsugyo masih mungkin dilakukan, karena telah diuji dengan lebih banyak jenis ikan. Misalnya, pengembang melaporkan bahwa ikan yang sangat suka berenang, seperti makarel, bisa jadi lebih bermasalah saat diangkut.

Mereka pun berjanji untuk melakukan penyesuaian yang diperlukan pada produk mereka.

Dilihat dari komentar yang diposting di sebagian besar unggahan Instagram, tas katsugyo mungkin terbukti sukses secara komersial, tidak hanya di Jepang, tetapi juga di luar negeri. Orang-orang sudah bertanya tentang biaya, bagaimana mereka dapat membelinya, dan umumnya menyatakan dukungan mereka untuk proyek tersebut.

Meskipun tas katsugyo bisa digunakan sebagai tangki portabel untuk ikan peliharaan, dilihat dari konten yang diposting oleh pembuatnya, tas ini pasti ditujukan untuk penggemar sashimi yang ingin memastikan bahwa makanan favorit mereka sesegar mungkin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini