5 Makanan Anti Galau yang Murah dan Mudah Didapatkan

Baca Juga

MATAINDONESIA, JAKARTA – Galau karena baru putus cinta atau ada masalah yang pelik? Anda tidak harus meratapinya dalam-dalam dan membuang-buang waktu produktif.

Untuk mengatasi galau, tidak harus berkonsultasi ke pakar psikologi, karena ada makanan khusus yang mudah didapatkan sekaligus murah untuk mengatasi kegalauan Anda.

Dikutip dari berbagai sumber, inilah lima jenis makanan anti galau yang murah dan mudah didapatkan:

1. Sayuran Hijau

Jangan mengira sayuran hijau terkenal hanya karena klorofil dan serat saja. Kandungan magnesium sayuran hijau ternyata baik untuk kesehatan otak dan hati. Selain itu, magnesium yang bisa menyeimbangkan tekanan darah dapat berdampak mengurangi stres dan depresi berlebihan.

2. Bawang Putih dan Bombay

Galau berdampak pada melemahnya kekebalan tubuh. Saat tubuh melemah, dibutuhkan lebih banyak antioksidan agar penyakit tidak mudah menyerang. Bawang putih dan bombay adalah makanan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan antioksidan di kala galau melanda.

3. Cokelat

Cokelat terbaik untuk yang sedang galau adalah dark chocolate. Alasannya, cokelat jenis ini kaya polifenol dan flavonol, dua jenis antioksidan penting dalam memberi sensasi tenang serta mengurangi efek depresi pada diri Anda.

4. Kacang-kacangan

Kandungan omega 3, protein dan berbagai mineral di dalam kacang-kacangan dikenal mampu mengatasi masalah emosional yang diderita oleh seseorang. Apalagi, beberapa jenis kacang seperti kenari memiliki kandungan antioksidan polifenol yang memberi efek ketenangan emosi.

5. Alpukat

Mau dibuat jus atau dimakan langsung, alpukat bermanfaat banyak dalam mengatasi kegalauan. Kandungan proteinnya yang tinggi dan asam amino tryptophan membantu peningkatan produksi serotonin, hormon yang mengatur suasana hati menjadi lebih baik. (Ryan)

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini