5 Kontroversi Vanessa Angel di Tahun 2019, Dibui hingga Tiba-tiba Menikah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sepanjang tahun 2019, aktris Vanessa Angel terus menjadi sorotan publik. Di awal tahun lalu, wanita kelahiran Jakarta, 21 Desember 1991 tersandung kasus UU ITE yang mengharuskannya mendekam di balik jeruju besi.

Setelah bebas, Vanessa Angel pun terus sensasi dan kontroversi. Berikut 5 sensasi dan kontroversi Vanessa yang pernah menjadi sorotan!

1. Kasus Prostitusi Online

Vanessa Angel menjadi tersangka kasus dugaan penyebaran konten pornogarfi yang tercantum pada UU ITE Pasal 27 juncto Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Vanessa dijerat UU ITE karena kerap mengirimkan foto dan video tak senonoh melalui pesan elektronik di ponselnya kepada muncikari. Kemudian video itu pun tersebar.

Para muncikari menggunakan foto dan video tak senonoh itu untuk menawarkan Vanessa kepada pelanggan prostitusi online.

Vanessa Angel akhirnya di tahan dari 31 Januari 2019 hingga 30 Juni 2019.

2. Berseteru Dengan Ayah Kandung

Sejak Vanessa Angel terjerat kasus prostitusi online, selama menjalani proses hukum, Vanessa mengaku sama sekali tidak mendapat dukungan dari keluarganya.

Bahkan Vanessa sama sekali belum bertemu dengan anggota keluarganya sejak ditangkap di Surabaya, terutama sang ayah, Doddy Sudrajat.

Dalam wawancaranya dengan Venny Rose, Vanessa mengaku tidak akur dengan sang ayah sejak ibu kandungnya, Lucy Maywati, meninggal dunia yakni saat vanessa berusia 7 tahun.

3. Konflik dengan sahabat

Dikabarkan putus tali persahabatan dengan Jane Shalimar, konflik Vanessa angel ini bermula ketika Jane ingin membantu kasus yang menjerat Vanessa, namun ditolak. Hal ini karena Vanessa memilih untuk mengganti kuasa hukumnya, yang sebelumnya ia sudah mendapat bantuan tim kuasa hukum dari Jane.

Pada unggahan akun YouTube milik Melaney Ricardo, Jane dimintai tolong oleh ayah Vanessa.

“Ayahnya sendiri yang minta tolong ke saya, tolong dong, tolong bantu, hanya Jane yang bisa Daddy percaya,” ucap Jane menirukan suara ayah Vanesha Angel.

4. Vanessa Makin Tampil Berani

Makin dicibir, makin berani, itulah yang menggambarkan Vanessa Angel pasca keluar dari penjara. Kini Vanessa kerap tampil dengan pakaian seksi dan di unggahnya ke media sosial dan mengundang perhatian serta komentar negatif dari netizen.

5. Tiba-tiba menikah

Kabar pernikahan Vanessa Angel sempat membuat gempar dunia hiburan. Tak ada angin tak ada hujan, Vanessa membagikan momen-momen pernikahannya dengan seorang pria yang belum diketahui identitasnya.

Pada Senin 30 Desember 2019, Vanessa Angel akhirnya membuka sosok F yang selama ini disembunyikannya. F adalah inisial suami yang disembunyikan dari beberapa waktu lalu.

Hal tersebut dikatakannya lewat Instagram miliknya. Benar saja, F yang dimaksud Vanessa adalah Febri Ardiansyah alias Bibi yang tak lain adalah mantan pacar Vanessa Angel.

“Sah! Alhamdulillah kedua orang tua kami sudah mensahkan pernikahan kami, terima kasih mas Bibi udah sabar dan terus perjuangin aku mas. Sabar memang mudah diucapkan, tapi susah untuk dijalankan. Muah love you,” kata Vanessa dalam Instagram miliknya. (Mila)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkelanjutan untuk Memperkuat Program MBG Nasional

Oleh: Rivka Mayangsari*)Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan keberhasilan Program MakanBergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional yang berfokus padapeningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah pelaksanaan program berskalabesar yang menjangkau puluhan juta masyarakat setiap hari, pemerintah menegaskan bahwaevaluasi dan pembenahan berkelanjutan menjadi kunci utama agar manfaat program benar-benardirasakan secara optimal oleh masyarakat.Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi padaperluasan cakupan program, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelaksanaannya di lapangan. Menurut Presiden, keberhasilan program MBG tidak dapat diukur semata dari jumlah penerimamanfaat, melainkan juga dari ketepatan sasaran, kualitas pelayanan, serta transparansi dalampengelolaannya.Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlahtersebut menunjukkan skala besar komitmen negara dalam memberikan perlindungan sosial danpemenuhan gizi masyarakat. Cakupan program meliputi berbagai kelompok rentan yang selamaini membutuhkan perhatian khusus dari negara, mulai dari 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, hingga 868 ribu ibu hamil.Tidak berhenti di situ, pemerintah juga berencana memperluas program bantuan pangan tersebutkepada sekitar setengah juta warga lanjut usia yang hidup tanpa pendamping. Langkah inimenunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan kelompok paling rentan tetap mendapatkanperlindungan dan akses terhadap kebutuhan gizi yang layak.Dalam pelaksanaannya, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui adanya dinamika dankekurangan di lapangan. Sikap terbuka tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menutupmata terhadap berbagai persoalan yang muncul selama implementasi program. Sebaliknya, pemerintah memilih melakukan evaluasi secara agresif agar setiap kelemahan dapat segeradiperbaiki.Sebagai bentuk ketegasan, pemerintah telah menghentikan operasional ribuan unit penyedialayanan yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas. Langkah ini memperlihatkan bahwapemerintah tidak mentoleransi penyimpangan ataupun kelalaian yang dapat merugikanmasyarakat. Program yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat harus dijalankan dengan standartinggi dan pengawasan ketat.Presiden juga mengajak seluruh elemen pengawas, termasuk legislatif dan kepala daerah, untukterlibat aktif dalam mengawal jalannya program MBG. Menurutnya, keberhasilan program nasional tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan membutuhkan sinergiseluruh pihak agar pengawasan berjalan efektif dan transparan.Langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah mencerminkan keseriusan dalam menjagaakuntabilitas program perlindungan sosial. Pemerintah ingin memastikan amanat konstitusiterkait perlindungan masyarakat miskin benar-benar terlaksana secara nyata dan tepat sasaran. Transparansi dan pengawasan menjadi fondasi penting agar kepercayaan masyarakat terhadapprogram pemerintah tetap terjaga.Komitmen penguatan program MBG juga terlihat dari langkah aktif Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang memanggil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, untuk membahas pembenahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pelaksanaan program MBG. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi lintas lembaga guna memastikan program berjalan lebih efektif.Dalam pembahasan tersebut, Gibran menyoroti pentingnya pembenahan internal di tubuh BGN agar pelaksanaan program semakin profesional dan terukur. Pemerintah menyadari bahwaprogram berskala nasional memerlukan sistem manajemen yang kuat serta sumber daya manusiayang kompeten agar implementasinya berjalan optimal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini