5 Fakta Rina Diana Aktris Cantik yang Memeluk Islam Setelah Melihat Orang Salat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mungkin penggemar FTV, tak asing lagi dengan nama Rina Diana, aktris cantik yang memutuskan memeluk agama islam di awal perjalanan karirnya.

Aktris blasteran Manado – Pakistan ini diketahui beragama Kristen setelah akhirnya memeluk islam dan menjadi mualaf.

Rina Diana lahir di keluarga yang berbeda agama. Ayahnya memeluk agama katolik dan ibunya seorang muslimah. Berikut adalah fakta-fakta perjalanan perpindahan agama Rina.

Berawal dari Salat

Aktris cantik ini mengaku tertarik pada islam setelah dirinya melihat orang-orang yang sedang salat.

“Melihat mereka membuat aku ingin belajar salat juga,” ujarnya, dalam channerl YouTube Catatan Film.

Mantap untuk Mualaf

Dari ketertarikannya tersebut, Rina yang awalnya beragama katolik memutuskan untuk pindah agama dan memeluk agama islam. Dirinya memutuskan untuk mualaf di awal perjalanan karirnya dalam dunia peran.

“Kebetulan papa aku katolik, sekitar tahun 2010 aku pindah ke Jakarta dan mulai belajar islam. Tapi baru resmi masuk islam tahun 2011,” ungkapnya.

Perjalanan Umrah

Setelah resmi menjadi mualaf, Rina menjalankan ibadah umrah bersama sang ibu pada tahun 2018. Ia membagikan momennya tersebut di laman media sosial Instagramnya.

Memperdalam Agama

Setelah memeluk agama islam dan telah menjalankan ibadah umrah, Rina memutuskan untuk memperdalam agama islam dan mengenakan hijab. Menurutnya, perempuan yang mengenakan hijab memiliki aura aura yang berbeda.

“Nah, setelah aku coba pakai hijab banyak yang komentar katanya cocok banget. Mungkin aku bakal berhijab tapi belum sekarang, aku mau perdalam ilmu agamaku dulu,” ucapnya.

Akhirnya Mantap Berhijab

Rina Diana akhirnya memutuskan memakai hijab saat Bulan Ramadhan 2022 lalu. Hal tersebut diketahui dari unggahannya di laman media sosial Instagramnya.

Seorang netizen berkomentar untuk memperjelas apakah Ia sudah mantap berhijab, dan Rina pun membenarkannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Agenda Penguatan Peran Guru dalam Pembangunan Bangsa

Oleh: Amanda Purnama )*Presiden Prabowo Subianto menempatkan sektor pendidikan sebagaisalah satu fondasi utama pembangunan nasional. Dalam kerangkatersebut, guru dipandang sebagai elemen paling penting dalam proses mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjawabtantangan masa depan. Karena itu, berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah saat inidiarahkan untuk memperkuat kesejahteraan, kompetensi, danprofesionalisme guru agar kualitas pendidikan nasional semakinmeningkat.Komitmen pemerintah terhadap penguatan peran guru terlihat darilangkah nyata yang dilakukan dalam perbaikan sistem kesejahteraan tenaga pendidik. Selama bertahun-tahun, persoalan birokrasi yang panjang dalam penyaluran hak-hak guru sering menjadi perhatian. Pemerintah kemudian menghadirkan terobosan baru dengan memastikangaji dan tunjangan dapat diterima langsung oleh guru melalui transfer kerekening masing-masing setiap bulan.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskanbahwa mekanisme baru tersebut menjadi bagian dari upayapenyederhanaan birokrasi yang diinisiasi Presiden Prabowo. Menurut Abdul, kebijakan ini dirancang agar para guru dapat merasakanmanfaat program pemerintah secara langsung tanpa harus menghadapiproses administrasi yang berlarut-larut.Kebijakan transfer langsung tunjangan guru menunjukkan perubahanpendekatan dalam tata kelola pendidikan. Pemerintah tidak hanyaberupaya menyediakan anggaran yang memadai, tetapi juga memastikansetiap program berjalan secara efektif dan tepat sasaran. Kebijakan transfer langsung tunjangan guru sekaligus memperlihatkankeseriusan pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebihresponsif terhadap kebutuhan tenaga pendidik.Peningkatan kesejahteraan guru juga diwujudkan melalui kenaikantunjangan bagi guru non-ASN. Pemerintah menaikkan tunjangan dariRp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN memperoleh tunjangan sebesar satu kali gajipokok. Kebijakan tersebut mencerminkan perhatian pemerintah terhadappeningkatan kesejahteraan tenaga pendidik sebagai bagian dari investasijangka panjang di bidang pendidikan.Program peningkatan kompetensi guru menjadi agenda lain yang mendapat perhatian besar dari pemerintah. Selain memperkuat aspekkesejahteraan, pemerintah menyadari bahwa kualitas pendidikan sangatditentukan oleh kapasitas tenaga pendidik. Oleh sebab itu, berbagai program pengembangan kompetensi terusdiperluas agar guru memiliki kesempatan yang lebih besar untukmeningkatkan kualifikasi akademiknya.Program beasiswa bagi guru yang belum memiliki gelar D4 atau S1 menjadi salah satu instrumen utama dalam agenda tersebut. Abdul Mu’timenyampaikan bahwa pemerintah menargetkan sebanyak 150.000 guru menerima bantuan pendidikan melalui skema Rekognisi PembelajaranLampau (RPL) pada tahun 2026. Melalui program itu, guru memperolehbantuan pendidikan sebesar Rp3 juta per semester untuk menyelesaikanstudi mereka.Program Pendidikan Profesi Guru...
- Advertisement -

Baca berita yang ini