49 Tahun Berkarier, Band Rock KISS Pensiun

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Band rock legendaris asal New York, KISS, memutuskan pensiun setelah berkarier di dunia musik selama 49 tahun.

Kabar pensiun ini diumumkan sang vokalis, Gene Simmons. Dia pun mengungkapkan alasannya di balik keputusan tersebut.

“Alasan kami pensiun karena harga diri dan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Keputusan ini juga bentuk cinta dan kekaguman kami pada penggemar,” ujarnya.

Musisi berdarah Israel-Amerika Serikat itu kemudian menganalogikan karier mereka dengan dunia tinju. Dia menyebut, akan tiba waktu di mana kaki sang petinju melemah dan dia kalah di atas ring. Dengan bertambahnya usia, dia mengaku, kerap jatuh dari atas panggung akibat kostum mereka yang nyentrik.

“Jika kau seorang petinju, maka hal terakhir yang kau inginkan adalah menjadi juara dan bisa bertanding untuk waktu yang lama,” katanya.

Sebelum benar-benar pensiun, KISS masih akan menggelar tur di Eropa dan Australia pada hari jadi mereka yang ke-50 pada tahun depan. Setelah itu, mereka ada jadwal manggung di beberapa festival di Amerika Serikat.

Musisi 72 tahun itu menilai, sudah waktunya melepas semua atribut panggung karena tak ingin terlihat buruk di mata penggemarnya.

“Sebab tidak ada yang lebih buruk bagi penggemar melihat idolanya terlalu tua untuk tampil maksimal di atas panggung,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Strategi 3B dalam Program MBG Bangun SDM Unggul

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat dilepaskan darikualitas gizi sejak awal kehidupan. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibumenyusui, dan balita (3B) menjadi langkah penting untuk memastikan generasimasa depan tumbuh sehat dan optimal. Dalam konteks tersebut, strategi 3B dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)menjadi pendekatan yang relevan dan tepat sasaran. Fokus pada kelompok rentanini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari fase paling awal dalam siklus kehidupan manusia. Perhatian terhadap periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi kuncidalam upaya mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak. Jika kebutuhan gizi terpenuhi sejak masa kehamilan hingga balita, fondasi bagilahirnya generasi yang produktif dan berdaya saing akan semakin kuat. Hal tersebut senada dengan penyampaian Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang mengatakan bahwa 1.000 HPK merupakan fondasi utama dalam membentukkualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul.  Ia menuturkan, fase sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun Adalah masa emas yang tidak bisa terulang. Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalahmemastikan setiap anak memperoleh gizi, kesehatan, dan pengasuhan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini