4 Kebiasaan Super Aneh di Luar Negeri, Nomor 2 Bikin Pria Merinding

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Melakukan hal-hal di luar akal sehat tentu saja akan mengundang tanya dan membuat orang lain keheranan. Namun, bagi yang telah terbiasa, itu tentu saja hal yang wajar dan lumrah.

Inilah yang terjadi di setiap negara manapun. Banyak kebiasaan masyarakatnya yang dianggap aneh dan tidak lumrah bagi orang di luar negara tersebut.

Mengutip dari boldsky, inilah contoh beberapa kebiasaan di empat negara yang dianggap aneh oleh orang luar:

1. Tidak Memiliki Alamat

Ini lebih parah dibanding ‘Alamat Palsu’ ala Ayu Ting-ting. Di Costa Rica, jangankan alamat palsu, bahkan orang-orang banyak tidak memiliki alamat rumah samasekali. Namun, anehnya orang-orang di sana tetap mengetahui jika ingin mengunjungi sebuah rumah yang tanpa alamat.

2. Lelaki Jalan Sambil Bergandengan Tangan

Jangan mengira ini tanda-tanda LGBT. Di beberapa negara di Timur Tengah, para lelaki yang memiliki sahabat baik biasanya jalan bersama sambil bergandengan tangan di tengah keramaian tanpa rasa malu.

Menurut masyarakat setempat, hal itu wajar dan bahkan termasuk tradisi untuk menghormati sahabat atau kenalan dekat.

3. Duduk di Atas Bus

Dulu di Indonesia, fenomena ini bukanlah sesuatu yang langka, meski kini sudah dilarang. Namun, hingga kini, di Filipina, masyarakatnya yang menggunakan jasa transportasi busway masih sering duduk santai dan nyaman di atas bus sambil menanti tiba di tujuan.

4. Kencing di Sembarang Tempat

Wah, ini kebiasaan yang benar-benar tidak lazim bagi negara-negara yang ketat dalam tata krama. Tapi ini terjadi di beberapa wilayah tertentu di India. Orang dewasa sekalipun sudah dianggap lumrah jika kencing di sembarang tempat.

Beberapa wilayah di Cina pun masyrakatnya memiliki kebiasaan demikian. Namun, yang melakukannya kebanyakan adalah anak-anak kecil. (Ryan)

Berita Terbaru

Rekonstruksi Berkualitas untuk Mendukung Ketahanan Wilayah Pascabencana Sumatra

Oleh : Ricky Rinaldi *)Komitmen pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatra menunjukkan keseriusan negara dalam melindungi masyarakat sekaligusmemperkuat ketahanan wilayah nasional. Penanganan pascabencana yang dilakukanpemerintah tidak lagi sebatas memperbaiki kerusakan fisik yang tampak di permukaan, melainkan diarahkan untuk membangun kembali kawasan yang lebih aman, tangguh, produktif, dan berkelanjutan. Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan keselamatan masyarakat, pemulihan ekonomi lokal, dan keberlanjutan pembangunan sebagai prioritas utama dalammenghadapi kompleksitas tantangan kebencanaan nasional.Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara harus hadir secaranyata, cepat, dan taktis di tengah masyarakat ketika terjadi bencana. Pemerintah bergerakcepat memastikan pemulihan rumah warga, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hinggaakses transportasi utama dapat segera dilakukan agar masyarakat tidak terlalu lama beradadalam kondisi kerentanan pascabencana. Presiden juga menekankan pentingnya akselerasipembangunan hunian tetap dan infrastruktur dasar agar roda kehidupan sosial masyarakatdapat kembali berjalan normal dan aman. Langkah cepat yang terintegrasi ini memperolehapresiasi luas karena menunjukkan keberpihakan negara yang konkret terhadap kebutuhanrakyat di tengah situasi sulit.Keseriusan pemerintah ini kini diperkuat oleh langkah nyata yang sangat signifikan di tingkatregulasi dan pendanaan. Pemerintah bersama DPR RI telah menyetujui anggaran rehabilitasidan rekonstruksi pascabencana di Sumatra dengan nilai fantastis mencapai Rp100 triliun. Ketua Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskanbahwa induk penganggaran tersebut telah sesuai dengan rencana induk (masterplan) yang disetujui oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini